Selasa, 07 April 2026 09:30 UTC

Puluhan karyawan saat mendatangi kantor BPJS Kesehatam. Foto: Hasan
JATIMNET.COM, Mojokerto – Ratusan buruh PT Pakerin Mojokerto menggelar aksi unjuk rasa di kantor BPJS Kesehatan Cabang Mojokerto, Jalan Empunala, Kecamatan Magersari, Selasa, 7 April 2026. Mereka memprotes tidak aktifnya kepesertaan BPJS Kesehatan yang membuat layanan medis tidak bisa diakses.
Para peserta aksi yang tergabung dalam Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (FSPMI) menyebut kondisi ini berdampak langsung pada pekerja, khususnya yang sedang menjalani pengobatan.
Ketua FSPMI Kabupaten Mojokerto, Eka Herawati, menjelaskan bahwa masalah muncul akibat keterlambatan pembayaran iuran BPJS oleh perusahaan pada akhir Maret. Meski pembayaran dilakukan pada 31 Maret sekitar pukul 21.00, sistem tetap mencatatnya sebagai keterlambatan.
“Dampaknya BPJS kesehatan tidak bisa digunakan untuk berobat. Kawan-kawan yang sedang rawat jalan, rawat inap, bahkan operasi harus bayar sendiri,” ungkapnya.
Eka menegaskan, pekerja tetap mengalami pemotongan iuran dari gaji setiap bulan. Namun saat membutuhkan layanan kesehatan, akses justru tidak tersedia.
“Ini jadi masalah serius karena pekerja tetap dipotong iuran, tapi saat sakit justru tidak bisa dilayani,” katanya.
Sementara itu, Kepala Cabang BPJS Kesehatan Mojokerto, Titus Sti Hardianto, menyampaikan bahwa PT Pakerin memiliki tunggakan iuran selama dua bulan, yakni Maret dan April. Perusahaan baru mampu melunasi satu bulan.
“Karena kemampuan manajemen hanya membayar satu bulan, maka sejak 1 April sebagian karyawan tidak bisa mengakses layanan kesehatan,” ujarnya.
Pihak buruh menyebut telah ada kesepakatan dengan perusahaan untuk segera menyelesaikan kewajiban pembayaran agar kepesertaan kembali aktif.
