Ali Yani

Selasa, 14 Mei 2019 - 07:37

TRADISI Lek-lekan, untuk membangunkan orang sahur ketika bulan Ramadan kini semakin memudar di kawasan Ampel Surabaya.

Lek-lekan dilakukan pada pertengahan malam mulai pukul 12.00 WIB dengan keliling ke setiap gang dengan membawa berbagai musik.

Alat-alat yang digunakan meliputi kendang, seruling, gitar, bedug dengan menyanyikan lagu-lagu yang terkenal pada masanya.

Sejak tahun 1980-an, tradisi ini mulai ditinggalkan oleh masyarakat Ampel.

Baca Juga

loading...