Presiden Joko Widodo Terima Kedatangan Siti Aisyah di Istana

Hari Istiawan
Hari Istiawan

Selasa, 12 Maret 2019 - 17:35

JATIMNET.COM, Jakarta  - Presiden Joko Widodo menerima kedatangan Siti Aisyah, TKI yang disangka sebagai pembunuh Kim Jong-nam, kakak tiri Pemimpin Tertinggi Korea Utara Kim Jong-un di Istana Merdeka, Selasa 12 Maret 2019.

Dalam pertemuan itu, Siti didampingi oleh kerabat keluarga. Menteri Luar Negeri Retno Marsudi, Menteri Hukum dan HAM Yasonna Laoly, Menteri Sekretaris Negara Pratikno juga turut hadir dalam pertemuan tersebut.

TKI asal Banten itu telah tiba di Tanah Air pada Senin 11 Maret 2019. Pemerintah Indonesia sebelumnya telah berkoordinasi dengan pemerintah Malaysia, melalui Jaksa Agung Malaysia, dengan memberikan tiga alasan untuk membebaskan Siti Aisyah.

BACA JUGA: Persiapan Tetangga dan Saudara Sambut Siti Aisyah di Serang

Pertama, Siti meyakini perbuatan yang dilakukannya bertujuan untuk kepentingan acara "reality show" sehingga tidak ada niat untuk membunuh Kim Jong-nam.

Kedua,  Siti tidak menyadari telah dikelabui oleh intelijen Korea Utara, serta alasan ketiga bahwa TKI asal Banten itu tidak mendapatkan keuntungan apapun dari perbuatannya.

Siti sebelumnya didakwa melakukan pembunuhan kepada kakak tiri Pemimpin Tertinggi Korea Utara Kim Jong-un, Kim Jong-nam, pada 13 Februari 2017 di Malaysia.

Sementara itu, Ketua DPR RI Bambang Soesatyo mengapresiasi langkah pemerintah yang membebaskan Warga Negara Indonesia (WNI) Siti Aisyah dari ancaman hukuman mati terkait kasus dugaan pembunuhan Kim Jong-nam.

BACA JUGA: Migrant Care Apresiasi Putusan Bebas terhadap Siti Aisyah

"Saya memberikan apresiasi terhadap pemerintah yang berhasil melakukan diplomasi secara maksimal dalam upaya pembebasan Siti Aisyah," kata Bambang.

Bambang juga mendorong Pemerintah untuk tetap memberikan perlindungan hukum terhadap Warga Negara Indonesia (WNI) lainnya yang terjerat kasus hukum di luar negeri.

Hal itu menurut dia bisa dilakukan dengan mengupayakan keringanan hukuman ataupun pembebasan dengan tetap menghormati hukum negara tersebut.

Sebelumnya, dalam persidangan di Mahkamah Tinggi Shah Alam Selangor Darul Ehsan yang dipimpin Hakim Dato' Azmi Bin Ariffin, Jaksa Penuntut Umum Muhamad Iskandar Bin Ahmad menarik dakwaan terhadap Siti Aisyah, yang kasusnya mulai disidangkan pada 1 Maret 2017. (ant)

Baca Juga

loading...