PKB Kirim Wakil Perempuan Terbanyak di DPRD Jawa Timur

Baehaqi Almutoif

Sabtu, 18 Mei 2019 - 16:15

JATIMNET.COM, Surabaya - PKB menjadi partai yang mengirimkan wakil dari unsur perempuan terbanyak di DPRD Jawa Timur. Dari perolehan 25 kursi, partai pimpinan Muhaimin Iskandari itu mampu mengirim 11 wakil perempuan atau 44 persen dari raihan kursinya.  

Dari 120 jatah kursi anggota DPRD Jawa Timur periode 2019-2024, sebanyak 47,5 persen atau 57 kursi diisi muka lama. Sedangkan keterwakilan perempuan 18,4 persen atau 22 orang.

Presentase keterwakilan perempuan di DPRD Jawa Timur ini meningkat dibanding Pileg lima tahun silam, yang hanya 15 persen dari total 100 kursi. PKB menjadi partai dengan keterwakilan perempuan terbanyak di parlemen.

BACA JUGA: Kalah Kursi dari PDIP di Jatim, Ini Klaim PKB

Disusul kemudian PDI Perjuangan sebanyak 8 orang wakil perempuan atau 30 persen dari total raihan kursi. Kemudian Partai Demokrat, Partai NasDem dan PPP masing-masing satu orang wakil perempuan.

Sementara Partai Gerindra, Partai Golkar, PAN, PKS, Hanura dan PBB sama sekali tidak menyumbang keterwakilan unsur perempuan dalam susunan keanggotaan DPRD Jatim periode 2019-2024.

Menjadi partai dengan wakil perempaun terbanyak di DPRD Jawa Timur, Wakil Ketua DPW PKB Jatim Anik Maslachah menyebutkan, lolosnya para calon legislatif (caleg) perempuan ini lantaran didukung modal organisasi yang dimiliki. Banyak caleg PKB yang menjadi ketua organisasi NU minimal di kabupaten.

"Rata-rata mereka aktivis, modal sosial yang lebih tinggi daripada finansial," kata Anik dikonfirmasi, Sabtu 18 Mei 2019.

Caleg PKB yang menjadi ketua organisasi NU adalah Aida Fitriati sebagai ketua Muslimat NU Pasuruan, Ma'mulah Harun sebagai Ketua Muslimat NU Banyuwangi, dan Khofidah menjabat ketua Muslimat NU Malang.

Sementara Aisya Lilia Agustini menjabat pengurus wilayah Muslimat NU Jatim, Khozanah Hidayati Bendahara Muslimat Tuban, Anik Maslahah ketua Perempuan Bangsa Jatim.

BACA JUGA: PKB dan Nasdem Raih Kursi Terbanyak di DPRD Jember

Selain itu, Umi Zahroh pengurus Perempuan bangsa pusat, Lailatul Qodriyah wakil ketua perempuan bangsa Lumajang, Hikmah Bafaqih mantan ketua PW Fatayat Jatim, dan Ufik Zuroida sebagai wakil ketua perempuan bangsa Gresik dan pengurus perempuan bangsa Jatim.

"Sebanyak apapun uang yang dikeluarkan, cost politik yang dikeluarkan, tapi tidak bermodal sosial susah. Karena awal orang menentukan pilihan terkenal dulu, popularitas baru elektabilitas," urainya.

Selain aktif di organisasi, caleg perempuan PKB diberi nomer urut atas, yakni nomer satu atau dua. Dengan diberikannya nomor urut bagus dapat mendongkrak popularitas sang caleg perempuan, dan memang terbukti. "Bagaimanapun nomer berpengaruh besar pada orang untuk memilih," tuturnya.

 

Baca Juga

loading...