Jumat, 06 March 2026 09:05 UTC

Wapres Gibran saat memimpin rakor penanganan banjir dalam kunjungannya ke Kabupaten Tuban Jumat, 6 Maret 2026. Foto: Biro Pers, Media, dan Informasi Sekretariat Wakil Presiden
JATIMNET.COM, Tuban – Wakil Presiden Republik Indonesia, Gibran Rakabuming Raka, memimpin rapat koordinasi penanganan banjir di Kabupaten Tuban, Jawa Timur, Jumat (6/3/2026). Dalam rapat tersebut, Wapres meminta pemerintah daerah mempercepat pemulihan infrastruktur serta penanganan dampak banjir yang masih dirasakan masyarakat.
Rapat koordinasi berlangsung di kantor PT Semen Indonesia (Persero) Tbk dengan melibatkan pemerintah daerah dan sejumlah pemangku kepentingan. Agenda ini merupakan tindak lanjut arahan Presiden Prabowo Subianto agar pemerintah pusat dan daerah bergerak cepat menangani dampak bencana sekaligus memastikan pelayanan kepada masyarakat tetap berjalan.
Dalam arahannya, Wapres menegaskan bahwa fasilitas umum yang terdampak banjir harus segera dipulihkan agar dapat kembali digunakan masyarakat.
“Fasilitas umum terdampak seperti sekolah dan tempat ibadah harus bisa segera difungsionalkan kembali,” tegasnya.
Selain fasilitas umum, Wapres juga menyoroti kerusakan jalan penghubung Ngino–Sambongrejo yang terdampak banjir. Ia meminta agar perbaikan segera dilakukan agar tidak mengganggu mobilitas warga serta distribusi logistik.
“Jalan penghubung Ngino–Sambongrejo yang rusak segera diperbaiki, termasuk sistem saluran air di sekitar jalan agar tidak mengganggu aktivitas warga dan distribusi logistik,” jelasnya.
Wapres juga meminta pemerintah daerah mempercepat pendataan rumah warga yang mengalami kerusakan agar bantuan dapat segera disalurkan.
“Rumah warga yang mengalami kerusakan segera diselesaikan pendataannya, dicairkan bantuannya, dan dibantu proses pembersihannya,” ujarnya.
Ia juga mengingatkan pemerintah daerah untuk mengantisipasi potensi munculnya penyakit pascabanjir.
“Antisipasi kemungkinan penyebaran penyakit pasca banjir seperti diare, disentri, hepatitis, dan DBD,” pesannya.
Mengacu pada data dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), Wapres mengingatkan bahwa potensi cuaca ekstrem masih dapat terjadi hingga akhir Maret.
“Berdasarkan BMKG, kita masih akan dilanda cuaca ekstrem sampai bulan Maret. Oleh sebab itu kita harus selalu siap dan waspada,” ungkapnya.
Untuk penanganan jangka panjang, Wapres menekankan pentingnya langkah sistematis guna mencegah banjir berulang di wilayah Tuban, termasuk perbaikan tata kelola drainase serta pengerukan sungai.
“Perhatikan tata kelola dan perbaiki sistem drainase, lakukan pengerukan rutin sungai yang mengalami pendangkalan,” tegasnya.
BACA: Kunjungan ke Tuban, Wapres Gibran Tinjau Industri Semen dan Aktivitas Pasar Rakyat
Menanggapi arahan tersebut, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menyampaikan bahwa sejumlah program penanganan banjir memerlukan dukungan anggaran dan skema pengerjaan jangka menengah.
“Proses penyelesaiannya memang membutuhkan multi years,” ujarnya.
Sementara itu, Bupati Tuban Aditya Halindra Faridzky melaporkan bahwa pemerintah daerah telah melakukan berbagai langkah penanganan di lapangan, termasuk normalisasi sungai dan penguatan infrastruktur pengendali banjir.
“Pada dasarnya semuanya sudah selesai Pak, tinggal normalisasinya saja,” jelasnya.
