Logo

Penangan Awal Kebakaran Dinilai Lamban, Ini Penjelasan Petugas RSUD dr Soetomo

Reporter:,Editor:

Jumat, 15 May 2026 04:00 UTC

Penangan Awal Kebakaran Dinilai Lamban, Ini Penjelasan Petugas RSUD dr Soetomo

Instalasi Keamanan Ketertiban dan Perparkiran RSUD Dr Soetomo, Dwi Kunaryanto saat menjelaskan tentang kondisi hydrant indoor Gedung PPJT, Jumat, 15 Mei 2026. Foto: Januar.

JATIMNET.COM, Surabaya – Upaya pemadaman api yang membakar gedung Lantai 5 Gedung Pusat Pelayanan Terpadu (PPJT) RSUD dr Soetomo Surabaya dinilai lamban.

Penyebabnya, tekanan air dari hydrant untuk penanganan awal kebakaran tidak terlalu besar. Dengan demikian, tidak bisa menjangkau titik api di sisi belakang gedung Lantai 5 Gedung PPJT RSUD dr Soetomo.

“Hydrant di PPJT, boks indoor kami berfungsi. Namun, tim Damkar berharap tekanan airnya tinggi,” ujar Instalasi Keamanan, Ketertiban, dan Perparkiran RSUD dr Soetomo Dwi Kunaryanto saat konferensi pers, Jumat, 15 Mei 2026.

Ia menjelaskan, hydrant untuk penanganan awal kebakaran berasal dari sitem indoor gedung dengan ukurang selang 1,5 inci.

Dengan demikian, tekanan airnya tidak sebesar dengan yang dimiliki armada pemadam kebakaran (damkar) yang menggunakan selang outdoor berukuran 2,5 inci.

BACA: Kebakaran di RSUD dr Soetomo, Satu Pasien Meninggal dan Tiga Petugas Tumbang

Perbedaan ukuran pipa dan kapasitas tekanan itulah yang diduga memengaruhi kekuatan semburan air saat upaya pemadaman awal dilakukan di dalam gedung. “Kalau aliran airnya ada, tekanannya juga ada,” imbuhnya.

Ia menegaskan hydrant outdoor rumah sakit tidak digunakan secara dominan karena proses pemadaman langsung mendapat dukungan dari armada damkar dari luar gedung.

“Yang digunakan yang di dalam karena di dalam gedungnya. Di luar karena ada support dari tim damkar,” katanya.

Kebakaran melanda Gedung PPJT RSUD dr Soetomo terjadi pada Jumat pagi sekitar pukul 06.20 WIB. Petugas Dinas Pemadaman Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP) Kota Surabaya menerima informasi kejadian itu pada pukul 06.33 WIB.

Akibat insiden itu, seorang pasien yang tengah dirawat di Lantai 6 Gedung PPJT meninggal dunia saat proses evakuasi berlangsung. Selain itu, petugas dari unsur keamanan rumah sakit juga mengalami sesak napas.