JATIMNET.COM, Surabaya- Dua artis Ibu Kota yang tertangkap dalam prostitusi online tarifnya berbeda untuk sekali kencan. Tarif VA Rp 80 juta dan Rp 25 Juta untuk AS (sebelumnya ditulis AF).

"Kami mengira berinisial AF, namun yang benar namanya AS," kata Wakil Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Jatim, Ajun Komisaris Besar Polisi Arman Asmara saat diwawancarai di Markas Polda Jatim, Surabaya 5 Januari 2019.

Sebelumnya Subdit Siber Direktorat Reserse Kriminal Khusus Kepolisian Daerah Jawa Timur menerima pengaduan dari masyarakat terkait pergerakan transaksi yang kurang wajar. Pengaduan tersebut sudah terjadi sekitar satu bulan yang lalu.

Pihak yang berwenang melakukan penyelidikan selama lebih dari satu bulan. Dan hari ini tanggal 5 januari pukul 12.30 WIB Polda Jatim berhasil mengamankan 4 orang saksi dan 2 artis, dua manajemen, dan 1 orang PSK.

BACA JUGA: Polda Jatim Bongkar Praktik Prostitusi Online Libatkan Artis Ibukota

Artis dari Ibu Kota ini hilir mudik dari Jakarta ke Surabaya selama kurang lebih satu bulan untuk melakukan kegiatan prostitusi online.

"Pihak-pihak terkait melakukan transaksi elektronik untuk pelecehan seksual yang diakali oleh muncikari," tambah Arman.

Arman mengungkapkan, Polda Jatim melakukan penjelajahan melalui internet dengan melaksanakan profiling melalui media sosial kepada pihak terkait untuk menemukan adanya transaksi prostitusi elektronik.

"Kami menemukan yang tergabung dalam prostistusi masing-masing berbeda kamar," tambahnya.

Sementara itu, Kasubdit V Cyber Crime Ditreskrimsus Polda Jatim AKBP Harissandi menungkapkan hingga saat ini masih berlangsung proses penyidikan kepada pihak-pihak terkait.

"Masih belum bisa menyatakan status yang ditangkap karena masih proses penyidikan," tambahnya.