Jumat, 30 September 2022 06:20 UTC

no image available
JATIMNET.COM, Mojokerto - Keberadaan perpustakaan di lingkungan sekolah seharusnya memiliki peranan yang penting baik bagi warga sekolah utamanya dan bagi masyarakat sekitar sekolah. Perpustakaan sekolah yang dimanfaatkan secara optimal akan dapat mewujudkan warga sekolah yang memiliki budaya literasi.
Tidak hanya itu pada tahun 2017 SMP Negeri 7 Mojokerto telah membuat inovasi PESEK MADALAWAN (Perpustakaan Sekolah untuk Masyarakat dan Pedagang di Jalan Karyawan Kota Mojokerto). Tahun 2022 ini, SMP Negeri 7 Mojokerto melakukan pembaruan program sebagai lanjutan dari inovasi PESEK MADALAWAN.
Kepala Sekolah SMPN 7 Mojokerto Siti Nuryati menjelaskan, pembaruan yang dilakukan dintaranya perpindahan lokasi perpustakaan, penambahan koleksi buku, perpustakaan digital, dan pemanfaatan perpustakaan sekolah untuk masyarakat kelurahan Sentanan.
"Nama program PESEK MADALAWAN diperbarui menjadi DIGILIB RAKETAN kepanjangannya Digital Library untuk Masyarakat Kelurahan Sentanan," katanya
Sebagai salah satu lembaga pendidikan formal yang berada di kelurahan Sentanan, SMP Negeri 7 Mojokerto ingin mengoptimalkan peranan perpustakaan sekolah bagi masyarakat sekitar sekolah yaitu masyarakat kelurahan Sentanan. Masyarakat kelurahan Sentanan berjumlah 853 orang.
Saat ini di kelurahan Sentanan belum tersedia fasilitas perpustakaan untuk masyarakat. Mengingat antusiasme masyarakat dan pedagang di Jalan Karyawan Kota Mojokerto dalam memanfaatkan perpustakaan SMP Negeri 7 Mojokerto dalam program PESEK MADALAWAN 2017-2018 lalu.
"Maka SMP Negeri 7 Mojokerto tahun 2022 ini membuat program DIGILIB RAKETAN sebagai tindak lanjut dari rencana aksi program PESEK MADALAWAN tahun 2019 yaitu melakukan kerjasama dengan kelurahan Sentanan untuk memfasilitasi masyarakat kelurahan Sentanan dalam menggunakan perpustakaan sekolah," ujarnya.
Dengan langkah tersebut, maka tujuan perpustakaan sekolah akan dapat tercapai yaitu mewujudkan warga sekolah dan masyarakat yang memiliki budaya literasi.
Penjaringan ide dilaksanakan melalui survei dan tanya jawab kepada peserta didik dan masyarakat Kelurahan Sentanan terkait pertama sejauh mana kebutuhan perpustakaan digital, kedua kebutuhan literasi masyarakat Kelurahan Sentanan, dan ketiga kebutuhan literasi peserta didik.
"Data menyebutkan bahwa 87% peserta didik dan masyarakat Kelurahan Sentanan menjawab perlu adanya perpustakaan digital, 79% masyarakat Kelurahan Sentanan memiliki kebutuhan literasi, dan 100% peserta didik atau seluruhnya memiliki kebutuhan literasi," katanya.
Mengacu pada hasil survei tersebut, maka pada tahun pelajaran 2022-2023 ini SMP Negeri 7 Mojokerto membuat suatu program yang diberi nama DIGILIB RAKETAN (Digital Library untuk Masyarakat Kelurahan Sentanan).
Tujuan adanya perpustakaan digital yaitu memudahkan anggota perpustakaan mendapatkan layanan peminjaman maupun pengembalian buku perpustakaan. Mereka dapat mengakses perpustakaan digital melalui laptop, komputer, atau HP.
Di dalam perpustakaan digital, mereka dapat mengakses e-book yang dimiliki perpustakaan sehingga mereka tetap mendapatkan pelayanan baca dari perpustakaan meskipun tidak berada di ruang Perpustakaan SMP Negeri 7 Mojokerto.
"Pada bulan September tahun 2022, sekolah telah melakukan sosialiasi penggunaan perpustakaan digital ke seluruh warga sekolah dan masyarakat Kelurahan Sentanan," ujarnya.
Anggota perpustakaan SMP Negeri 7 Mojokerto per tahun 2022 sebanyak 1356 anggota yang terdiri dari peserta didik sebanyak 468 anggota, pendidik dan tenaga kependidikan sebanyak 35 anggota, dan masyarakat Kelurahan Sentanan sebanyak 853 anggota.
Program ini berdampak signifikan terutama pada peserta didik dan masyarakat kelurahan Sentanan. Hal dilihat dari bertambahnya anggota perpustakaan setiap tahunnya, pada tahun 2022 jumlah anggota perpustakaan bertambah menjadi 1.356 anggota.
Kemudian meningkatnya jumlah rata-rata pengunjung perpustakaan per bulannya pada tahun 2022 jumlah pengunjung yaitu mencapai 2.442 pengunjung dan ketiga meningkatnya jumlah rata-rata buku perpustakaan yang dipinjam per bulannya pada tahun 2022 yaitu mencapai 741 eksemplar.
"Target sasaran program ini 3 tahun ke depan yaitu tahun 2022 orangtua dari peserta didik asal kelurahan Sentanan aktif menggunakan layanan perpustakaan digital," kata Kepala Sekolah Siti Nurhati.
Untuk di tahun 2023 adalah 50% masyarakat kelurahan Sentanan aktif menggunakan layanan perpustakaan digital dan tahun 2024 90% masyarakat kelurahan Sentanan aktif menggunakan layanan perpustakaan digital.
"Dengan adanya inovasi DIGILIB RAKETAN, kesadaran warga sekolah dan masyarakat kelurahan Sentanan akan kebutuhan literasi semakin meningkat sehingga program ini dapat terjamin keberlanjutannya dalam jangka panjang," ujar Siti. (ADV/Inforial)
