Logo

Obat Nyamuk Bakar di Bawah Sofa Diduga Picu Kebakaran Rumah di Surabaya

Reporter:,Editor:

Jumat, 21 August 2026 14:35 UTC

Obat Nyamuk Bakar di Bawah Sofa Diduga Picu Kebakaran Rumah di Surabaya

Pemadam kebakaran Kota Surabaya berusaha memadamkan api yang membakar rumah di Jalan Teluk Kumai Barat, Jumat, 21 Agustus 2026. Foto: Command Center

JATIMNET.COM, Surabaya – Kebakaran melanda sebuah rumah di Jalan Teluk Kumai Barat, Kelurahan Perak Utara, Kecamatan Pabean Cantian, Surabaya, Jumat, 21 Agustus 2026. Petugas menduga penggunaan obat nyamuk bakar yang diletakkan di bawah sofa menjadi pemicu munculnya api.

Kobaran api tidak hanya menghanguskan bangunan rumah. Satu unit mobil yang berada di lokasi juga ikut terbakar dalam kejadian tersebut.

Kabid Pemadam Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP) Kota Surabaya M. Rokhim mengatakan pihaknya menerima laporan kebakaran pada pukul 10.46 WIB. Petugas langsung memberangkatkan unit pemadam satu menit kemudian dan tiba di lokasi sekitar pukul 10.51 WIB.

"Unit Tempur Pos Pegirian tiba di titik kejadian kebakaran langsung melakukan pemadaman," ujar Rokhim.

Petugas mengerahkan 13 unit tempur untuk menjinakkan kobaran api. Armada tersebut berasal dari Unit Tempur Pos Pegirian, Pos Grudo, Rayon 1 Pasar Turi, Rayon 2 Tambakrejo, serta lima unit Team Rescue.

DPKP Surabaya juga mendapat dukungan satu unit mobil pemadam kebakaran milik Pelindo. Petugas menambah kekuatan armada karena api sudah membesar dan berisiko menjalar ke bangunan di sekitar lokasi.

 

Obat Nyamuk Bakar Diletakkan di Bawah Sofa

Rokhim menjelaskan, petugas menduga kebakaran bermula dari obat nyamuk bakar yang dinyalakan penghuni rumah sejak pagi. Penghuni kemudian meletakkan obat nyamuk tersebut di bawah sofa sebelum meninggalkan rumah.

"Penghuni menyalakan obat nyamuk bakar yang diletakkan di bawah sofa sejak pagi. Tidak lama kemudian muncul asap dari sofa tersebut," katanya.

Saat melihat kepulan asap, penghuni sempat mengira sumbernya masih berasal dari obat nyamuk bakar yang dinyalakan sebelumnya. Penghuni kemudian meninggalkan rumah tanpa mengetahui bahwa api mulai membakar bagian sofa.

"Penghuni mengira asap tersebut dari obat nyamuk bakar lalu penghuni pergi keluar rumah. Dan ketika pulang rumahnya sudah terbakar," ujar Rokhim.

Api kemudian membesar dan membakar sejumlah bagian rumah. Kobaran tersebut juga menjalar ke bangunan yang berada di sisi rumah utama.

"Kebakaran berdampak pada rumah samping titik kejadian kebakaran, dengan luas terdampak kurang lebih 2 meter x 10 meter pada bagian atap," katanya.

Selain bangunan, api juga menghanguskan satu unit mobil yang berada di lokasi. Rumah yang menjadi titik utama kebakaran memiliki luas sekitar 14 x 22 meter dan seluruh bagian bangunannya terdampak.

Petugas berhasil mengendalikan api pokok pada pukul 11.29 WIB. Tim kemudian melanjutkan proses pembasahan untuk memastikan tidak ada bara yang tersisa dan berpotensi memicu kebakaran kembali.

"Pembasahan terus dilakukan sampai lokasi dinyatakan kondusif pada pukul 12.44 WIB," kata Rokhim.

Kebakaran tersebut tidak menimbulkan korban jiwa maupun korban luka. Penanganan melibatkan DPKP Kota Surabaya, BPBD Kota Surabaya, Satpol PP Kota Surabaya, Posko Terpadu Kasuari, PLN, serta Damkar Pelindo.

Rokhim mengingatkan masyarakat agar memastikan seluruh sumber api benar-benar aman sebelum meninggalkan rumah. Ia juga meminta warga menempatkan benda yang menghasilkan panas jauh dari material yang mudah terbakar.

"Benda yang menghasilkan panas, termasuk obat nyamuk bakar, perlu ditempatkan jauh dari material yang mudah terbakar seperti sofa, kain, kasur, maupun perabot rumah tangga lainnya," jelas Rokhim.