Logo

Hari Kedua, Tim SAR Masih Cari Penyelam Hilang di Perairan Kalibuntu Probolinggo

Reporter:,Editor:

Jumat, 02 October 2026 11:02 UTC

Hari Kedua, Tim SAR Masih Cari Penyelam Hilang di Perairan Kalibuntu Probolinggo

Tim SAR menyisir perairan Kalibuntu untuk mencari Ismail, penyelam yang hilang pada hari kedua pencarian, Jumat, 2 Oktober 2026. Foto: BPBD Kabupaten Probolinggo

‎JATIMNET.COM, Probolinggo – Tim SAR gabungan masih mencari Ismail (58), penyelam yang hilang saat mengerjakan pengangkatan bangkai kapal KM Bahagia di perairan Kalibuntu, Kecamatan Kraksaan, Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur.

Memasuki hari kedua pencarian, Jumat, 2 Oktober 2026, petugas menyisir perairan di sekitar lokasi kejadian. Tim juga melakukan penyelaman hingga kedalaman 30 meter, tetapi belum menemukan keberadaan korban.

Operasi pencarian melibatkan Basarnas, Satpolairud, TNI AL, BPBD Kabupaten Probolinggo, dan sejumlah unsur terkait. Petugas memusatkan pencarian di sekitar titik koordinat 07°39'50.3"S – 113°24'23.8"E, lokasi Ismail dilaporkan hilang.

Kepala BPBD Kabupaten Probolinggo, Oemar Sjarief mengatakan tim melakukan penyelaman secara bertahap dengan mempertimbangkan kondisi di lokasi. Petugas telah menjangkau kedalaman antara 23 hingga 30 meter.

“Penyelaman sudah dilakukan sampai kedalaman 23 hingga 30 meter. Namun sampai pukul 16.00 WIB, korban masih belum ditemukan. Bangkai kapal KM Bahagia yang diperkirakan berada di kedalaman sekitar 40 meter juga belum terlihat,” ujar Oemar, Jumat, 2 Oktober 2026.

Menurut Oemar, posisi bangkai kapal yang diperkirakan berada di kedalaman sekitar 40 meter menjadi salah satu kendala dalam pencarian. Tim masih menyisir area sekaligus berkoordinasi untuk menentukan strategi pencarian selanjutnya.

Ismail dilaporkan hilang pada Kamis, 1 Oktober 2026 sekitar pukul 10.03 WIB. Saat kejadian, ia bersama rekannya, Muhari, tengah melakukan pekerjaan pengangkatan bangkai KM Bahagia di kedalaman sekitar 40 meter.

Keduanya menggunakan selang penyelaman sebagai sarana komunikasi selama berada di bawah permukaan air. Setelah sekitar 30 menit, Muhari melihat selang milik Ismail tidak lagi bergerak.

Muhari kemudian mencoba menarik selang tersebut secara perlahan. Namun, Ismail tidak kunjung muncul ke permukaan hingga akhirnya Muhari melaporkan kejadian tersebut dan proses pencarian dimulai.

Pada pencarian hari kedua, tim SAR membagi personel menjadi dua kelompok. Satu tim bergerak dari Pelabuhan Tanjung Tembaga, Kota Probolinggo, sedangkan kelompok lainnya berangkat dari Pantai Duta, Kecamatan Paiton, Kabupaten Probolinggo.

Oemar memastikan pencarian akan kembali dilanjutkan pada Sabtu pagi, 3 Oktober 2026. Tim akan mengoptimalkan personel dan peralatan yang tersedia untuk menemukan korban.

“Besok pagi pencarian akan kami lanjutkan kembali dengan upaya yang lebih maksimal. Kami berharap keberadaan korban segera ditemukan,” pungkasnya.

Hingga Jumat sore, Ismail masih dinyatakan hilang. Tim SAR gabungan terus berkoordinasi dan menyisir wilayah perairan utara Kalibuntu, Kabupaten Probolinggo.