Logo

Minuman Herbal Rumahan Tetap Diminati Banyak Keluarga

Warisan sederhana sering bertahan karena mampu menyesuaikan diri dengan perubahan zaman.
Reporter:,Editor:

Jumat, 31 July 2026 08:30 UTC

Minuman Herbal Rumahan Tetap Diminati Banyak Keluarga

Ilustrasi: Hangat Racikan Herbal. -Dx Gen-AI

JATIMNET.COM - Minuman herbal rumahan masih menjadi bagian dari kebiasaan banyak keluarga Indonesia. Racikan berbahan jahe, kunyit, temulawak, serai, hingga kayu manis tetap mudah dijumpai, baik di rumah, pasar tradisional, maupun gerai minuman herbal modern.

 

Meski pilihan minuman semakin beragam, ramuan tradisional tetap memiliki tempat tersendiri karena lekat dengan budaya dan pengalaman turun-temurun.

 

Potensi tanaman obat di Indonesia juga sangat besar. Data Kementerian Kesehatan menunjukkan Indonesia memiliki sekitar 30.000 spesies tumbuhan, dan sekitar 9.600 spesies diketahui berkhasiat sebagai tanaman obat.

 

Dari jumlah tersebut, lebih dari 300 spesies telah dimanfaatkan secara luas dalam industri obat tradisional dan jamu. Kekayaan hayati itu menjadikan Indonesia sebagai salah satu negara dengan keragaman tanaman obat terbesar di dunia.

 

Kebiasaan mengonsumsi minuman herbal bukan sekadar mengikuti tradisi. Banyak keluarga memilihnya karena bahan bakunya mudah diperoleh, proses pembuatannya sederhana, dan cita rasanya sudah akrab sejak lama.

 

 

 

Tradisi Lama yang Beradaptasi dengan Gaya Hidup Baru

 

Dulu, minuman herbal identik dengan jamu gendong atau racikan yang dibuat setiap pagi di rumah. Kini tampilannya berubah mengikuti kebutuhan masyarakat modern.

 

Di Surabaya, semakin banyak pelaku usaha yang menyajikan minuman herbal dalam kemasan botol kaca maupun botol ramah lingkungan. Racikan jahe, kunyit asam, atau temulawak hadir dengan tampilan yang lebih praktis tanpa meninggalkan bahan-bahan tradisional.

 

Perubahan tersebut memperlihatkan bahwa budaya minum herbal mampu berkembang tanpa kehilangan identitasnya. Generasi muda pun mulai mengenalnya melalui kemasan yang lebih menarik dan mudah dibawa.

 

 

 

Jahe Menjadi Bahan Favorit Berbagai Generasi

 

Di antara banyak tanaman herbal, jahe termasuk bahan yang paling sering digunakan. Aromanya khas, mudah dipadukan dengan berbagai rempah, serta cocok dinikmati saat cuaca dingin maupun hujan.

 

Produksi jahe nasional juga menunjukkan peran penting komoditas ini. Badan Pusat Statistik mencatat produksi jahe Indonesia mencapai sekitar 174 ribu ton pada 2024. Angka tersebut menempatkan jahe sebagai salah satu tanaman biofarmaka dengan produksi terbesar di Indonesia.

 

Selain jahe, kunyit dan temulawak juga banyak dimanfaatkan sebagai bahan minuman rumahan. Kombinasi berbagai rempah menciptakan cita rasa yang khas sekaligus memperkaya tradisi kuliner Nusantara.

 

 

 

Popularitas Herbal Didukung Kesadaran Konsumen

 

Masyarakat kini semakin memperhatikan bahan yang digunakan dalam makanan dan minuman. Mereka mulai membaca komposisi produk, mengurangi konsumsi gula berlebih, sekaligus mencari pilihan minuman yang menggunakan bahan alami.

 

Perubahan perilaku tersebut ikut mendorong berkembangnya usaha minuman herbal skala kecil hingga menengah. Banyak pelaku UMKM di Surabaya menghadirkan inovasi dengan tetap mempertahankan resep tradisional.

 

Bukan hanya dijual di pasar, minuman herbal kini hadir di kafe, pusat oleh-oleh, hingga layanan pesan antar. Perkembangan ini menunjukkan bahwa warisan kuliner tradisional mampu mengikuti perubahan pola konsumsi masyarakat.

 

 

 

Menikmati Herbal dengan Pemahaman yang Tepat

 

Meski berasal dari bahan alami, minuman herbal tetap sebaiknya dikonsumsi secara wajar. Badan Kesehatan Dunia (WHO) mengingatkan bahwa penggunaan tanaman herbal perlu memperhatikan kualitas bahan baku, kebersihan proses pengolahan, serta takaran yang sesuai agar manfaatnya dapat diperoleh secara optimal.

 

Memilih rempah yang masih segar, menggunakan air bersih, dan menghindari tambahan gula secara berlebihan merupakan langkah sederhana yang dapat diterapkan di rumah. Cara penyimpanan juga berpengaruh terhadap kualitas rasa maupun kesegaran minuman.

 

Kebiasaan menikmati minuman herbal rumahan memperlihatkan bahwa tradisi kuliner Indonesia mampu bertahan karena terus beradaptasi.

 

Inovasi pada kemasan, penyajian, dan cara pemasaran membuat ramuan tradisional tetap relevan bagi generasi masa kini. Di balik segelas minuman hangat, tersimpan kekayaan rempah Nusantara yang masih menjadi bagian penting dari identitas kuliner Indonesia.