Selasa, 07 July 2026 08:00 UTC

Ilustrasi: Tanaman Tetap Segar. -Dx Gen-AI
JATIMNET.COM - Tanaman rumah menjadi bagian penting dalam menciptakan hunian yang asri. Namun, ketika musim kemarau tiba, banyak orang mulai menghadapi persoalan yang sama, yaitu daun menguning, media tanam cepat mengering, hingga tanaman kehilangan kesegarannya.
Kondisi tersebut tidak hanya memengaruhi tampilan rumah, tetapi juga mengurangi fungsi tanaman sebagai elemen peneduh alami.
Di Surabaya dan berbagai kota di Jawa Timur, musim kemarau identik dengan intensitas sinar matahari yang lebih tinggi serta curah hujan yang menurun.
Data Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menunjukkan bahwa periode kemarau di wilayah Jawa Timur umumnya ditandai dengan berkurangnya hari hujan secara signifikan dibandingkan musim penghujan.
Kondisi ini membuat kelembapan tanah lebih cepat berkurang sehingga tanaman membutuhkan pola perawatan yang berbeda.
Sementara itu, Food and Agriculture Organization (FAO) menjelaskan bahwa meningkatnya suhu dan berkurangnya ketersediaan air menjadi dua faktor utama yang memengaruhi pertumbuhan tanaman pada musim kering.
Karena itu, menjaga tanaman tetap sehat bukan sekadar soal menyiram lebih banyak, melainkan memahami kebutuhan setiap jenis tanaman.
Tidak Semua Tanaman Membutuhkan Air dalam Jumlah yang Sama
Kesalahan yang sering terjadi saat cuaca panas adalah menyiram seluruh tanaman dengan jumlah air yang sama. Padahal, setiap tanaman memiliki karakteristik yang berbeda.
Tanaman hias seperti lidah mertua, sansevieria, kaktus, atau sukulen justru lebih tahan terhadap kondisi kering. Sebaliknya, tanaman berdaun lebar seperti calathea atau keladi memerlukan kelembapan media tanam yang lebih stabil.
Menurut Royal Horticultural Society (RHS) di Inggris, penyiraman yang terlalu sering justru dapat menyebabkan akar kekurangan oksigen dan meningkatkan risiko pembusukan. Karena itu, kondisi media tanam sebaiknya diperiksa terlebih dahulu sebelum menambahkan air.
Menyentuh permukaan tanah dengan jari menjadi cara sederhana untuk mengetahui apakah tanaman benar-benar membutuhkan penyiraman atau masih menyimpan kelembapan yang cukup.
Waktu Penyiraman Berpengaruh terhadap Efisiensi Air
Bukan hanya jumlah air yang penting, tetapi juga waktu penyiraman. Banyak ahli hortikultura menyarankan penyiraman dilakukan pada pagi hari sebelum matahari bersinar terlalu terik. Pada waktu tersebut, air memiliki kesempatan lebih besar meresap ke dalam tanah sebelum menguap.
Penyiraman pada sore hari juga masih memungkinkan, tetapi sebaiknya tidak dilakukan terlalu malam karena media tanam yang terlalu lembap dalam waktu lama dapat memicu pertumbuhan jamur pada beberapa jenis tanaman.
Menurut United States Department of Agriculture (USDA), penyiraman yang dilakukan pada waktu yang tepat membantu meningkatkan efisiensi penggunaan air sekaligus mendukung perkembangan sistem perakaran yang lebih kuat.
Dengan cara ini, tanaman tetap memperoleh kebutuhan air tanpa pemborosan, sesuatu yang semakin penting ketika musim kemarau berlangsung cukup panjang.
Memilih Tanaman yang Cocok dengan Iklim Tropis
Rumah di Surabaya umumnya menerima paparan sinar matahari yang cukup tinggi sepanjang tahun. Karena itu, memilih tanaman yang sesuai dengan iklim tropis akan mempermudah proses perawatan.
Tanaman seperti palem kuning, pucuk merah, bougenville, lidah mertua, dan berbagai jenis philodendron relatif mudah beradaptasi terhadap kondisi panas jika dirawat dengan baik.
Selain mempercantik halaman, tanaman juga membantu menciptakan lingkungan yang lebih nyaman. United States Environmental Protection Agency (EPA) menjelaskan bahwa vegetasi dapat membantu mengurangi efek panas pada permukaan bangunan melalui proses peneduhan dan evapotranspirasi.
Dalam skala lingkungan, keberadaan ruang hijau menjadi salah satu cara efektif mengurangi dampak urban heat island, yaitu fenomena meningkatnya suhu di kawasan perkotaan akibat dominasi beton dan aspal.
Meski halaman rumah tidak luas, beberapa pot tanaman yang ditempatkan secara strategis tetap mampu memberikan suasana yang lebih segar secara visual maupun termal.
Tanaman Sehat Berawal dari Perawatan yang Konsisten
Merawat tanaman pada musim kemarau tidak selalu membutuhkan perlengkapan mahal atau teknik yang rumit. Yang paling menentukan justru konsistensi dalam memperhatikan kondisi tanaman setiap hari.
Membersihkan daun dari debu, memangkas bagian yang mulai mengering, mengganti media tanam bila sudah terlalu padat, serta memastikan drainase pot tetap berfungsi menjadi langkah sederhana yang memberi dampak besar terhadap kesehatan tanaman.
Tidak kalah penting, penggunaan mulsa dari daun kering atau serpihan kayu di permukaan media tanam dapat membantu mempertahankan kelembapan tanah lebih lama sekaligus mengurangi penguapan air. Teknik ini telah lama digunakan dalam praktik budidaya tanaman karena efektif menjaga kondisi tanah selama musim kering.
Pada akhirnya, menata tanaman rumah agar tetap segar saat cuaca kering bukan hanya tentang menjaga keindahan halaman. Kebiasaan merawat tanaman secara tepat juga membantu menciptakan rumah yang lebih nyaman, teduh, dan menyenangkan untuk dinikmati bersama keluarga sepanjang musim kemarau.
