Logo

Masuk Jejaring Kota Kreatif UNESCO, Ponorogo Siapkan Event Budaya Hingga Tingkat Desa

Reporter:,Editor:

Kamis, 01 January 2026 03:00 UTC

Masuk Jejaring Kota Kreatif UNESCO, Ponorogo Siapkan Event Budaya Hingga Tingkat Desa

Plt Bupati Ponorogo Lisdyarita saat meluncurkan kalender Karisma Event Ponorogo (KEPO). Foto: Satria

JATIMNET.COM, Ponorogo – Kabupaten Ponorogo bersiap menjadikan tahun 2026 sebagai momentum kebangkitan budaya dan pariwisata.

Rencana ini bakal dijalankan setelah Ponorogo ditetapkan sebagai bagian dari Jejaring Kota Kreatif UNESCO (UNESCO Creative Cities Network/UCCN).

Oleh karena itu, puluhan agenda kebudayaan bakal digelar di berbagai desa dan kecamatan yang tersebar di kabupaten tersebut. Harapannya, dapat menggeliatkan sektor ekonomi dan promosi potensi lokal.

Dalam pelaksanaannya nanti, Dinas Kebudayaan Pariwisata Pemuda dan Olahraga (Disbudparpora) bakal berkolaborasi dengan sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD) lain.

Sejumlah acara bahkan telah masuk dalam daftar Top 10 Karisma Event Ponorogo (KEPO). Di antaranya Ritual Adat Selan Gong Gumbeng Desa Wringinanom, Kecamatan Sambit pada Mei 2026, Bedingin Bungah Desa, Kecamatan Sambit pada Juni 2026.

Kemudian, Puja Astungkara Desa Bancangan, Kecamatan Sambit pada Juni 2026, Festival Lokangan Desa Senepo, Kecamatan Slahung pada Agustus 2026, Sedekah Budaya Ngendut Desa Ngendut, Kecamatan Balong dimulai Agustus 2026.

Dilanjutkan Kirab Tirta Amerta Suci Desa Tugurejo, Kecamatan Slahung pada Agustus 2026. Kirab Pusaka Boyong Keprabon, Desa/Kecamatan Sawoo pada bulan Agustus 2026. Hastungkara Brata Desa Klepu, Kecamatan Sokoo pada September 2026, Festival Plunturan, Desa Plunturan, Kecamatan Pulung, dan Carangrejo Culture Fest, Desa Carangrejo, Kecamatan Sampung, pada November 2026

Plt Bupati Ponorogo Lisdyarita mengatakan bahwa penetapan sebagai kota kreatif dunia membawa tanggung jawab besar bagi daerah. Meski dihadapkan pada keterbatasan anggaran, pemerintah tetap berkomitmen menyajikan event yang berkualitas.

“Prinsipnya sederhana tetapi berkesan. Kita ingin menunjukkan bahwa budaya Ponorogo hidup dan terus berkembang,” ujar Lisdyarita, Kamis, 1 Januari 2026.

Ia menegaskan, ragam kegiatan budaya tersebut diharapkan mampu menggerakkan ekonomi masyarakat desa, mulai dari pelaku UMKM, seniman, hingga sektor pariwisata.

Menurutnya, kekayaan budaya Ponorogo tidak hanya bertumpu pada Reog, melainkan juga tradisi dan ritual desa yang sarat makna.

Sementara itu, Kepala Disbudparpora Ponorogo, Judha Slamet Sarwo Edi menambahkan bahwa Festival Nasional Reog Ponorogo (FNRP) kembali masuk dalam kalender Karisma Event Nusantara (KEN) tahun 2026. Ini menjadi tahun keenam berturut-turut FNRP mendapat pengakuan nasional.

Selain event unggulan, tercatat sekitar 60 kegiatan budaya dan festival lain akan digelar sepanjang 2026. Agenda besar seperti Grebeg Suro dan FNRP dijadwalkan berlangsung pada Juni 2026 dan diprediksi menjadi magnet utama wisatawan, baik dari dalam maupun luar negeri.

“Kalau masing-masing desa memiliki potensi unggulan saya yakin pertumbuhan ekonomi Kabupaten Ponorogo akan terdongkrak,” tutur Judha.