Kubu Jokowi Yakin OTT Romahurmuziy Tak Terkait Pilpres

David Priyasidharta
David Priyasidharta

Jumat, 15 Maret 2019 - 17:58

JATIMNET.COM, Jakarta - Tim Kampanye Nasional (TKN) 01 Jokowi-Amin menyebut peristiwa Operasi Tangkap Tangan (OTT) terhadap Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan Romahurmuziy tidak terkait dengan pemilihan presiden.

Direktur Konten TKN Fiki Satari mengatakan OTT yang dilakukan Komisi Pemberantasan Korupsi terhadap Rommy, sapaan Romahurmuziy, justru menunjukkan bagaimana supremasi hukum di era Jokowi tegak berdiri tanpa pandang bulu.

"Ini bukti pemerintahan di era Jokowi tidak melakukan intervensi apapun terkait penegakan hukum yang dilakukan aparat," tutur Fiki saat konferensi pers di Posko Cemara, Menteng, Jakarta Pusat, Jumat 15 Maret 2019.

Politisi Partai Solidaritas Indonesia ini mengatakan TKN mendorong proses hukum terhadap Romahurmuziy bisa berjalan dengan baik dan transparan.

BACA JUGA: Penangkapan Romahurmuziy Diduga Berlangsung di Sekitar Hotel Bumi Surabaya

"Kami mendorong proses tersebut bisa berjalan baik dan transparan. Sehingga proses itu bisa berlaku seadil-adilnya dengan mengedepankan asas praduga tak bersalah," katanya dalam siaran pers yang diterima Jatimnet.com.

Fiki meyakini OTT ini tidak ada kaitannya sama sekali dengan pilpres dan tim kampanye. Oleh karena itu, ia meminta semua pihak untuk tidak berspekulasi dan membiarkan KPK memproses kasus ini terlebih dahulu.

Sepak terjang KPK dalam pemberantasan korupsi patut diapresiasi. Selama 2018, ada 30 kepala daerah yang terdiri dari Gubernur, Walikota dan Bupati di berbagai daerah yang ditangkap.

BACA JUGA: Ketum PPP Romahurmuziy Tertangkap Operasi Tangan KPK

Jokowi sendiri tidak pernah mengintervensi sedikitpun dalam kasus hukum yang sedang berjalan.

Jubir Milenial TKN Syafril Nazirudin menuturkan, perlakuan setara sesama warga negara di depan hukum benar-benar terjadi di era Jokowi.

"Hal itu membuktikan tidak adanya tebang pilih yang dilakukan penegak hukum di era kepemimpinan Jokowi," katanya.

OTT Ini juga membuktikan bahwa isu Jokowi mengkriminalisasi lawan politik dan sebagainya tidak benar. "Jokowi benar-benar tidak pernah mengintervensi permasalahan hukum," pungkasnya.

Baca Juga

loading...