Khasiat Sabun Herbal dari Daun Petai Cina bagi Kulit

Hari Istiawan

Minggu, 13 Januari 2019 - 22:37

JATIMNET.COM, Yogyakarta – Sabun herbal yang dibuat dari daun petai cina berkhasiat untuk mencerahkan dan menghaluskan kulit. Koordinator kelompok mahasiswa Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) Fatwaning Raras Pawestri mengungkapkan, di dalam daun petai cina mengandung energi 128 kkal, protein 12 gram, lemak 6,5 gr, karbohidrat 12,4 gr, kalsium 500 mg, fosfor 100 mg, zat besi 3 mg, vitamin A 17.800 IU, vitamin B1 0,04 mg, dan vitamin C 64 mg.

"Sabun herbal berbahan daun petai cina itu kami beri nama Atecin. Bahan yang dibutuhkan adalah natrium hidroksida, air suling, daun petai cina untuk disaring airnya, pewarna makanan alami, minyak kelapa, minyak sawit, minyak zaitun, dan minyak esensial," kata Fatwaning, Minggu 13 Januari 2019.

Menurut dia, pembuatan sabun herbal itu bertujuan agar produk kecantikan berupa kosmetik badan yang tidak hanya cepat dalam mencerahkan, mengurangi kekusaman, dan menghaluskan kulit, tetapi juga menyadarkan masyarakat terhadap keamanan produk yang akan digunakan masyarakat.

Ia menjelaskan, alat yang dibutuhkan adalah kompor, oven, sendok blender, gelas plastik ukuran 8 oz, termometer digital, dan cetakan sabun.

Sedangkan cara membuatnya adalah pertama kali dibuat campuran natrium hidroksida dengan air, kemudian buat campuran minyak kelapa, minyak sawit, dan minyak zaitun sesuai ukuran yang sudah ditetapkan.

Kemudian racikan didiamkan. Panaskan minyak dalam oven atau kompor, kemudian campurkan racikan pertama dan kedua dengan spatula karet sebagai bantuan.

Campuran tersebut kemudian diaduk dengan menggunakan tongkat blender hingga mengental kira-kira waktunya tiga menit, jika masih ada gelembung berarti percampuran belum sempurna sehingga diaduk lagi sampai sempurna.

Setelah tercampur dengan sempurna kemudian tambahkan pewangi, minyak esensial, air daun petai cina, dan pewarna makanan untuk mendapatkan warna yang menarik.

"Cetak dalam cetakan dan tunggu hingga mengeras. Setelah mengeras keluarkan dari cetakan dan di-'packing' dengan rapi untuk menarik minat pembeli," katanya.

Menurut dia, tanaman petai cina cukup populer di kalangan masyarakat. Masyarakat Jawa menyebutnya sebagai lamtoro dan sering memanfaatkan pohonnya sebagai pencegah erosi, peneduh, sumber kayu bakar, daunnya untuk pakan ternak, dan buahnya dibuat makanan botok lamtoro.

Baca Juga

loading...