Selasa, 02 June 2026 09:30 UTC

Kalaksa BPBD Jatim Menyerahkan Bantuan Air Bersih ke Lokasi Kekeringan di Bangkalan, Kamis 21 Oktober 2021. Foto: Dokumen BPBD Jatim
JATIMNET.COM – Sejumlah desa di Kabupaten Madiun mulai masuk perhatian Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) saat memasuki musim kemarau 2026.
Wilayah yang berpotensi mengalami kekeringan dipetakan untuk mengantisipasi kesulitan air bersih akibat kemarau panjang dan ancaman fenomena El Nino.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Madiun, Boby Saktia Putra Lubis, mengatakan pihaknya telah menyiapkan peta kerawanan kekeringan sebagai dasar penentuan wilayah prioritas penanganan.
“Kami sudah menyampaikan kepada seluruh jajaran BPBD untuk meningkatkan kewaspadaan. Dalam waktu dekat akan dilakukan sosialisasi ke desa-desa yang berpotensi terdampak musim kemarau,” ujar Boby, Selasa, 2 Juni 2026.
Menurutnya, desa-desa yang masuk kategori rawan akan menjadi sasaran utama sosialisasi terkait kesiapan menghadapi musim kemarau, termasuk edukasi penggunaan air secara bijak.
BPBD juga akan melakukan pemetaan dan pengambilan sampel di wilayah yang berpotensi mengalami penurunan debit sumber air.
Jika ditemukan indikasi kekeringan, pemerintah desa dan kecamatan diminta segera melaporkan agar penanganan dapat dilakukan lebih cepat.
“Kecamatan nantinya akan meneruskan informasi kepada desa-desa. Jika ada indikasi kekeringan, kami harapkan segera dilaporkan sehingga penanganan bisa dilakukan lebih cepat,” katanya.
Boby menyebut, pengalaman musim kemarau sebelumnya menjadi evaluasi bagi pemerintah daerah. Beberapa wilayah seperti Desa Sirapan dan Desa Bodag pernah mengalami kesulitan mendapatkan air bersih ketika debit sumber air menurun.
Dari hasil evaluasi tersebut, BPBD menilai penggunaan air masyarakat masih perlu disesuaikan dengan kondisi musim kemarau.
“Kami mengimbau masyarakat untuk lebih bijak menggunakan air. Aktivitas yang tidak terlalu mendesak seperti menyiram tanaman bisa dikurangi agar kebutuhan air rumah tangga tetap terpenuhi,” jelasnya.
Untuk menghadapi kemungkinan krisis air bersih, BPBD Kabupaten Madiun telah menyiapkan delapan unit tandon air dengan kapasitas masing-masing 2.000 liter. Tandon tersebut nantinya ditempatkan di desa-desa yang mengalami kekurangan air bersih.
BPBD juga akan bekerja sama dengan Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) untuk memasok air ke tandon yang telah disiapkan.
“Jika ada desa yang mengalami kekurangan air, kami akan menempatkan tandon dan bekerja sama dengan PDAM untuk mengisi kebutuhan air bersih masyarakat,” pungkas Boby.
