Logo

Kebersihan Helm Penting untuk Pengendara Harian

Helm melindungi kepala di jalan, tetapi bagian yang menyentuh kulit setiap hari juga membutuhkan perhatian.
Reporter:,Editor:

Selasa, 22 September 2026 05:00 UTC

Kebersihan Helm Penting untuk Pengendara Harian

Ilustrasi: Helm Juga Perlu Dirawat. -Dx Gen-AI

JATIMNET.COM - Kebersihan helm sering terabaikan oleh pengendara harian. Helm dipakai berulang kali, terkena keringat, bersentuhan dengan rambut dan kulit, lalu kerap langsung disimpan setelah perjalanan selesai.

Padahal, penggunaan sepeda motor di Indonesia sangat besar. Badan Pusat Statistik mencatat jumlah sepeda motor nasional mencapai 132,43 juta unit pada 2023, jauh melampaui mobil penumpang yang berjumlah sekitar 18,29 juta unit.

Besarnya mobilitas roda dua membuat helm menjadi barang personal yang digunakan sangat intens. Selain memperhatikan standar keselamatannya, kebersihan bagian dalam helm juga layak masuk rutinitas pengendara.

 

Helm Bersentuhan Langsung dengan Keringat dan Kulit

Bagian dalam helm memiliki bantalan yang menempel pada kepala, pipi, dahi, dan rambut. Ketika berkendara dalam kondisi panas, area tersebut mudah menjadi lembap karena keringat.

Masalahnya, kelembapan merupakan kondisi yang mendukung pertumbuhan berbagai mikroorganisme. Centers for Disease Control and Prevention (CDC) menjelaskan bahwa jamur berkembang baik di lingkungan yang hangat dan lembap.

Kondisi lembap juga dapat menimbulkan aroma tidak sedap pada material helm. Semakin sering helm digunakan tanpa cukup waktu untuk mengering, semakin mudah rasa pengap muncul.

Persoalannya tidak berhenti pada bau. American Academy of Dermatology menyebut panas, keringat, dan gesekan dapat memperburuk jerawat. Kombinasi tersebut relevan pada area kulit yang tertutup perlengkapan seperti helm.

Karena itu, menjaga bagian yang bersentuhan dengan wajah tetap bersih merupakan kebiasaan masuk akal, terutama bagi orang yang mengendarai motor hampir setiap hari.

 

Kebersihan Helm Dimulai Setelah Perjalanan

Membersihkan helm tidak selalu berarti mencuci seluruh komponennya setiap selesai berkendara. Kebiasaan pertama justru bisa dilakukan beberapa detik setelah helm dilepas.

Buka visor dan berikan kesempatan bagian dalam mendapatkan sirkulasi udara. Bila interior terasa basah karena keringat, jangan buru-buru menutup dan memasukkannya ke ruang penyimpanan yang pengap.

Untuk helm dengan padding yang dapat dilepas, pencucian perlu mengikuti petunjuk produsen. Material dan konstruksi helm berbeda sehingga cara membersihkan, mengeringkan, dan membongkar komponennya tidak selalu sama.

Bagian luar juga membutuhkan perhatian. Debu, kotoran jalan, dan bekas sentuhan dapat menempel pada visor maupun shell setelah perjalanan.

Visor yang bersih bukan semata urusan penampilan. Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 mewajibkan sepeda motor dilengkapi kaca spion, lampu, klakson, pengukur kecepatan, knalpot, serta kedalaman alur ban. Aturan yang sama juga mewajibkan pengendara dan penumpang sepeda motor mengenakan helm yang memenuhi Standar Nasional Indonesia.

Artinya, perawatan helm sebaiknya tetap ditempatkan dalam konteks fungsi keselamatan, bukan sekadar membuat perlengkapan terlihat bersih.

 

Meminjam Helm Juga Perlu Lebih Bijak

Helm sering dianggap seperti payung. Teman atau anggota keluarga membutuhkan, lalu helm langsung dipinjamkan tanpa banyak pertimbangan.

Kebiasaan berbagi barang yang kontak langsung dengan kepala sebenarnya patut diperhatikan. CDC menjelaskan kurap atau ringworm dapat menyebar melalui kontak dengan orang terinfeksi maupun benda yang terkontaminasi, termasuk pakaian dan handuk.

Ini bukan berarti memakai helm pinjaman otomatis menyebabkan infeksi. Namun, prinsip kebersihan barang personal tetap relevan karena bantalan helm bersentuhan langsung dengan rambut dan kulit.

Jika memang perlu meminjam helm, pilih helm yang bersih, kering, ukurannya sesuai, dan kondisinya masih layak. Setelah digunakan, bagian dalam sebaiknya kembali diberi ventilasi.

Pemilik helm juga sebaiknya tidak mengandalkan parfum atau pewangi untuk menutupi aroma. Helm yang harum belum tentu benar-benar bersih atau kering.

 

Kondisi Fisik Helm Tetap Lebih Penting dari Tampilan

Ada helm yang tampak mengilap karena rajin dibersihkan, tetapi usianya sudah lama atau pernah menerima benturan keras. Sebaliknya, helm yang sedikit kusam belum tentu kehilangan fungsi perlindungannya.

Karena itu, kebersihan helm tidak boleh membuat pemeriksaan keselamatan terlupakan. Perhatikan kondisi tali pengikat, visor, mekanisme pengunci, bantalan, dan shell secara berkala.

Standar keselamatan juga bukan perkara kecil. Kementerian Perindustrian menetapkan pemberlakuan wajib SNI 1811:2007 untuk helm pengendara kendaraan bermotor roda dua melalui Peraturan Menteri Perindustrian Nomor 40/M-IND/PER/6/2008.

Di sisi lain, persoalan keselamatan jalan masih besar. Korlantas Polri melaporkan 158.508 kejadian kecelakaan lalu lintas sepanjang 2025. Angka tersebut naik sekitar 5 persen dibanding 150.906 kejadian pada 2024.

Helm yang bersih tentu tidak dapat mencegah kecelakaan. Namun, helm yang sesuai standar, digunakan dengan benar, dan dirawat baik merupakan bagian dari kebiasaan berkendara yang lebih bertanggung jawab.

 

Jadikan Helm Bagian dari Kebersihan Personal

Kita terbiasa mencuci pakaian setelah berkeringat dan membersihkan sepatu setelah kotor. Helm seharusnya tidak berada terlalu jauh dari logika yang sama.

Setelah perjalanan, beri helm kesempatan untuk mengering. Bersihkan bagian yang sering disentuh, rawat visor, dan periksa interior secara berkala sesuai petunjuk produsennya.

Pengendara yang menggunakan motor setiap hari juga bisa memiliki jadwal sederhana untuk mengecek kondisi helm. Rutinitas kecil membuat kotoran dan kelembapan tidak terus menumpuk tanpa disadari.

Pada akhirnya, kebersihan helm bukan soal mengejar aroma wangi atau penampilan mengilap. Kebiasaan ini membantu menjaga kenyamanan barang personal yang menempel pada kepala dan wajah hampir setiap hari.

Di tengah tingginya mobilitas sepeda motor, kebersihan helm layak menjadi bagian dari gaya hidup pengendara harian. Helm yang dirawat dengan baik terasa lebih nyaman dipakai sekaligus mengingatkan bahwa keselamatan dimulai sebelum motor bergerak.