Rabu, 01 April 2026 07:45 UTC

Polisi saat melakukan olah TKP di Masjid Raya Pesona Jember sehari setelah ledakan, Selasa, 17 Maret 2026. Foto: Adi
JATIMNET.COM, Jember — Kepolisian Resor (Polres) Jember hingga kini masih belum menemukan unsur pidana terkait ledakan di Masjid Raya Pesona, Kecamatan Patrang, Kabupaten Jember, yang terjadi saat bulan Ramadan 1447 H/2026 M lalu. Peristiwa tersebut berlangsung pada Senin malam, 16 Maret 2026 sekitar pukul 19.30 WIB. Yakni saat masjid sedang digunakan untuk jamaah salat tarawih.
Penyidik sejauh ini telah memeriksa sedikitnya tujuh orang saksi, termasuk pengurus masjid, guna mengurai rangkaian kejadian secara rinci. Polisi juga menelusuri asal-usul bahan kimia yang diduga menjadi pemicu ledakan.
Kepala Unit Pidana Umum (Kanit Pidum) Satreskrim Polres Jember, Ipda Andry Yunni Prasetiyo, mengatakan pihaknya masih fokus mengumpulkan fakta di lapangan, termasuk mendalami kemungkinan adanya unsur kesengajaan dalam penyimpanan bahan tersebut.
BACA: Polisi Pastikan Ledakan Masjid Jember Bukan Bom, Diduga Reaksi Panas Zat Kimia
“Sampai dengan saat ini masih dilakukan penyelidikan terkait dengan hal tersebut. Namun dari hasil olah TKP bersama Labfor Polda Jatim dan Gegana Korps Brimob Polri serta Sat Brimobda Jatim, diketahui bahwa penyebab ledakan berasal dari Sodium Perchlorate (NaClO⁴) dan Poly (Bisphenol A-co-epiclorohydrin), yang juga terdapat dalam kehidupan sehari-hari,” ujarnya saat dikonfirmasi Jatimnet.com, Rabu, 1 April 2026.
Temuan bahan kimia di dalam lemari besi kecil di area masjid menjadi salah satu fokus utama penyelidikan. Polisi mendalami bagaimana zat tersebut bisa tersimpan di lokasi ibadah tersebut.
Tim gabungan yang terdiri dari Unit Identifikasi, Laboratorium Forensik Polda Jawa Timur, Ditreskrimum, hingga tim Jibom Gegana Korbrimob Polri telah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) secara menyeluruh.
Dari hasil analisis awal, petugas memastikan tidak ditemukan unsur bahan peledak dalam insiden tersebut. Ledakan diduga terjadi akibat reaksi kimia yang dipicu peningkatan suhu dari zat tertentu.
BACA: Ledakan Gegerkan Salat Tarawih di Masjid Raya Pesona Jember, Satu Jemaah Alami Gangguan Pendengaran
Kapolres Jember AKBP Bobby A Condroputra sebelumnya menegaskan bahwa insiden tersebut bukan berasal dari bahan peledak.
“Dari hasil analisa tim, tidak ditemukan bahan peledak. Dugaan sementara, ledakan disebabkan oleh panas berlebih dari bahan atau zat yang mudah terbakar atau meledak,” ujarnya dalam konferensi pers, Kamis, 26 Maret 2026.
Polisi juga terus mengembangkan penyelidikan untuk memastikan apakah ada unsur kelalaian dalam peristiwa tersebut. Hingga kini, penyidik masih menunggu hasil uji laboratorium lanjutan untuk memastikan penyebab pasti ledakan.
Peristiwa ini sendiri terjadi saat jemaah tengah menjalankan Salat Tarawih. Ledakan diduga berasal dari dalam lemari besi kecil di area masjid, yang menyimpan cairan kimia tertentu hingga memicu reaksi panas.
