JATIMNET.COM, Surabaya - Presiden Republik Indonesia (RI) Joko Widodo mengaku lega kepercayaan terhadap media sosial terus menurun. Sedangkan kepercayaan kepada media konvensional meningkat.

"Ternyata kepercayaan terhadap media sosial terus menurun. Kepercayaan media utama semakin meningkat. Kami cukup gembira dengan situasi ini," ujar Joko Widodo saat menghadiri Hari Pers Nasional (HPN) di Surabaya, Sabtu 9 Februari 2019.

Jokowi, sapaan karibnya menyampaikan, mengutip dari riset Edelman Trust Barometer di 2018 terungkap bahwa media konvensional ternyata masih dipercaya. Dalam tiga tahun terakhir tingkat kepercayaan masyarakat terhadap media konvensional semakin meningkat.

Persentase tingkat kepercayaan kepada media konvensional 59 persen pada 2016. Meningkat dua tahun kemudian menjadi 63 persen. Angka tersebut berbanding terbalik dengan media sosial yang justru menurun.

Elmand Trust Barometer mencatat pada 2016 tingkat kepercayaan terhadap media sosial 45 persen. Selang dua tahun kemudian turun menjadi 40 persen. "Tidak semua media sosial menyebarkan berita positif. Ada yang buat kegaduhan. Ada yang membangun ketakutan dan pesimisme," bebernya.

Terkait masalah itu, pers harus mengambil peran. Ditengah situasi seperti ini peran media dibutuhkan sebagai penopang informasi. Peran media semakin penting dalam menyingkap fakta.

Mantan Gubernur DKI Jakarta ini mengungkapkan, pengguna internet di Indonesia mencapai 143,26 juta jiwa. Setara 54,68 persen dari total penduduk. "87,13 persen dari pengguna internet merupakan pengakses layanan media sosial," ungkapnya.