Logo

Jalan Ringroad Tuban Rusak Parah, Warga Juluki “Jeglongan Sewu"

Reporter:,Editor:

Rabu, 14 January 2026 09:53 UTC

Jalan Ringroad Tuban Rusak Parah, Warga Juluki “Jeglongan Sewu"

Kondisi jalan ringroad Tuban yang berlubang cukup parah Rabu, 14 Januari 2026. Foto: Zidni Ilman

JATIMNET.COM, Tuban — Kondisi Jalan Ringroad atau Jalan Lingkar Selatan Kabupaten Tuban kembali menjadi perhatian masyarakat. Ruas jalan yang sejatinya berfungsi sebagai jalur alternatif untuk mengurai kepadatan lalu lintas tersebut kini justru dipenuhi lubang besar di berbagai titik hingga dijuluki warga sebagai “jeglongan sewu”.

Berdasarkan pantauan di lapangan, kerusakan jalan tampak cukup parah di sejumlah wilayah, di antaranya Desa Tegalagung dan Prunggahan Kulon, Kecamatan Semanding, serta Desa Kembangbilo, Kecamatan Tuban.

Lubang-lubang dengan ukuran yang beragam terlihat menganga di sepanjang ruas jalan dan membahayakan pengguna jalan. Kondisi tersebut semakin berisiko saat hujan turun karena genangan air menutupi lubang, sehingga sulit terlihat oleh pengendara.

Akibat kerusakan tersebut, sejumlah kendaraan, terutama truk bermuatan berat, terpaksa memperlambat laju atau bermanuver zig-zag untuk menghindari lubang jalan. Situasi ini berpotensi menimbulkan kerusakan kendaraan serta meningkatkan risiko kecelakaan lalu lintas.

Kasidi, sopir truk asal Kabupaten Rembang, Jawa Tengah, mengaku kerap melintasi Jalan Ringroad Tuban untuk mengangkut barang. Ia menilai kondisi jalan berlubang sangat menyulitkan dan merugikan para sopir.

“Kalau bawa muatan berat harus pelan sekali. Salah ambil jalur bisa masuk lubang dalam, as roda sama ban cepat rusak. Ini jalur penting buat truk,” ujarnya.

Tidak hanya sopir truk, pengendara kendaraan ringan juga merasakan dampak kerusakan jalan tersebut. Banyak pengendara mobil pribadi dan sepeda motor menyebut melintasi ruas jalan ini serasa melewati jalur offroad karena permukaannya yang tidak rata.

Reno, pengendara sepeda motor asal Desa Prunggahan Wetan, Kecamatan Semanding, menyebut kondisi Jalan Ringroad Tuban sudah layaknya arena wisata “jeglongan sewu”. Menurutnya, kerusakan jalan sangat membahayakan, khususnya bagi pengendara roda dua.

“Kalau malam atau hujan, lubangnya tidak kelihatan. Jangan nunggu ada korban dulu baru diperbaiki,” keluhnya.