JATIMNET.COM, Surabaya - Gubernur Jawa Timur Soekarwo akan mengakhiri masa tugas, Selasa 12 Februari 2019 pukul 24.00. Pasca memimpin Jatim selama 10 tahun, Ia mengaku ingin melanjutkan menulis buku tentang strategi marketing usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Jawa Timur.

“Buku tersebut mengenai pengalaman saya melihat langsung proses pemasaran produk UMKM Jawa Timur,” ujar Soekarwo usai mengucapkan perpisahan dengan Forkopimda, pimpinan daerah dan jajaran samping lainnya di Gedung Negara Grahadi, Senin 11 Februari 2019.

Buku yang akan menjadi tulisan ke tujuhnya itu didapat langsung dari proses pemasaran produk UMKM. Yang menurut pengamatannya selama menjabat, mereka ini seringkali kesulitan memasarkan. Padahal produksinya sudah bisa dilakukan dalam skala besar.

BACA JUGA: Gus Ipul Absen di Acara Malam Pamitan Pakde Karwo

Ternyata pelaku UMKM ini tidak tahu keinginan pasar. “Kalau dalam ekonomi namanya supply sight harus berubah menjadi permintaan, supply chain. Permintaan pasar itu seperti apa? Saya menulis ini dari pengalaman mengurus UMKM, produksi besar tapi sulit dipasarkan,” bebernya.

Menulis buku sebenarnya bukan hal asing bagi Pakde Karwo, sapaan akrab Soekarwo. Sejumlah karya telah berhasil dibukukan. Seperti “Pintu Gerbang MEA 2015 Harus Dibuka”, “Jatimnomics: Sebuah Model Indonesia Incorporated”, dan “Pelayanan Publik dari Dominasi ke Partisipasi” dan beberapa buku lainnya.

Menulis tentu bukan satu-satunya aktivitas Pakde Karwo setelah pensiun nanti. Pria yang sepuluh tahun menjabat sebagai gubernur ini telah mendapat tawaran mengajar ilmu ekonomi di salah satu negeri di Surabaya.

BACA JUGA: Pakde Karwo Minta Maaf ke Masyarakat Jatim

“Salah satu rektor sudah meminta saya untuk mengajar, ya, saya mau. Tapi nunggu surat keputusan. Nantilah kan suratnya belum turun,” sebutnya.

Yang pasti, selain universitas di Surabaya, Pakde Karwo bakal mengajar di STPDN. Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo disebut telah menghubunginya untuk mengajar di sejumlah kampus milik Kementerian Dalam Negeri tersebut.

“Tapi, saya ngobrol sama istri. Istri kan menteri keuangannya. Dia agak keberatan,“ kata Pakde Karwo diiringi tawa.