Logo

Dukung SPAB, Cak Sumardi Tekankan Pentingnya Kesiapsiagaan Bencana Sejak Dini

Reporter:,Editor:

Rabu, 11 February 2026 03:00 UTC

Dukung SPAB, Cak Sumardi Tekankan Pentingnya Kesiapsiagaan Bencana Sejak Dini

Anggota Komisi A DPRD Jatim Sumardi saat membuka Satuan Pendidikan Aman Bencana di SMAN Dawarblandong, Kabupaten Mojokerto bersama Kalaksa BPBD Jatim Gatot Soebroto. Foto: Dini.

JATIMNET.COM, Mojokerto – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Jawa Timur (Jatim) menjadwalkan pelaksanaan Satuan Pendidikan Aman Bencana (SPAB) di lima sekolah pada tahun ini.

Sekolah itu tersebar di tiga daerah, yaitu, Kabupaten Mojokerto, Kabupaten Jombang, dan Kabupaten Tuban.  

Dari ketiga daerah itu, BPBD Jatim memilih SMAN 1 Dawarblandong, Kabupaten Mojokerto sebagai lokasi yang kali pertama menggelar SPAB. Kegiatan itu dibuka oleh anggota Komisi A DPRD Jatim Sumardi, Senin, 9 Februari 2026.

Legislator dari Fraksi Golkar itu mendukung pelaksanaan SPAB. Alasannya, dapat meningkatkan kesiasiagaan bencana sejak dini di lingkungan sekolah.

Menurut Sumardi, sekolah memiliki peran strategis dalam membangun budaya sadar bencana. Salah satu alasannya, merupakan tempat menimba ilmu pengetahuan, termasuk kesiapsiagaan terhadap bencana.

“Sekolah harus menjadi tempat yang aman dan siap menghadapi bencana. Kami mengapresiasi langkah BPBD Jatim dan BPBD kabupaten/kota yang konsisten meningkatkan kapasitas kebencanaan di lingkungan pendidikan,” ujarnya.

Ia berharap, seluruh materi yang diberikan selama kegiatan SPAB tidak hanya dipahami oleh peserta. Namun, dapat ditularkan kepada siswa lain, keluarga dan masyarakat di sekitarnya.

“Kami berharap ilmu yang diperoleh selama SPAB ini bisa disebarluaskan. Minimal kepada teman, keluarga, dan saudara terdekat sehingga kesiapsiagaan bencana semakin meluas,” tambahnya.

Kegiatan SPAB di SMAN 1 Dawarblandong, Kabupaten Mojokerto berlangsung selama dua hari, mulai Senin hingga Selasa (9-10 Februari 2026).

Dalam pembukaan kegiatan itu, Kepala Pelaksana BPBD Jatim Gatot Soebroto menyampaikan alasan dilaksanakannya SPAB di sekolah.

“SPAB sangat penting untuk mengenalkan jenis-jenis bencana dan meningkatkan kapasitas kebencanaan warga sekolah, mulai dari siswa, guru, hingga petugas sekolah,” jelas Gatot.

Menurutnya, tingginya potensi bencana di Jatim perlu dikenali agar ditanggulangi sejak dini. Potensi bencana itu mulai dari angin kencang, banjir, dan tanah longsor akibat berlangsungnya cuaca ekstrem.

“Karena masih banyaknya potensi bencana, maka diperlukan upaya peningkatan kapasitas, dengan mengenali bahaya, mengurangi risiko, serta menyiapkan strategi penanganannya,” tegasnya.

Selama kegiatan SPAB, peserta mendapatkan berbagai materi, di antaranya pengenalan ragam bencana, penyusunan dokumen SPAB. Kemudian, Pertolongan Pertama Gawat Darurat (PPGD) hingga simulasi evakuasi gempa bumi dan pemadaman kebakaran.

Pada kesempatan tersebut, BPBD Jatim juga menyerahkan bantuan secara simbolis berupa rambu jalur evakuasi, titik kumpul, Majalah Tangguh, serta Buku Saku Kebencanaan kepada pihak sekolah.

Sementara itu, pembukaan SPAB di SMAN 1 Dawarblandong, Kabupaten Mojokerto juga dihadiri oleh sejumlah pihak terkait.

Mulai dari Kabid Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Jatim Deni Kiki Melia Tamara, serta Kabid PK BPBD Kabupaten Mojokerto Parmanto yang mewakili Kalaksa BPBD setempat.

Turut hadir pula Waka Kurikulum SMAN 1 Dawarblandong Wirawan, Waka Kesiswaan, serta tim fasilitator dari Sekber Relawan Penanggulangan Bencana (SRPB) Jatim.