Rabu, 29 April 2026 10:30 UTC

Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani saat menyambangi Mamat, Warga Desa/Kecamatan Purwoharjo yang mengalami kelumpuhan dalam program “Bunga Desa” (Bupati Ngantr di Desa), Rabu, 29 April 2026. Foto: Pemkab Banyuwangi.
JATIMNET.COM, Banyuwangi - Warga Kecamatan Purwoharjo, Kabupaten Banyuwangi mendapat kesempatan memeriksakan kesehatan langsung kepada dokter spesialis tanpa harus mendatangi rumah sakit di pusat kota.
Layanan kesehatan itu hadir dalam program “Bunga Desa” (Bupati Ngantor di Desa) yang digelar Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani, Rabu, 29 April 2026.
Sejak pagi, Balai Desa Kradenan dipenuhi warga yang mengikuti pemeriksaan kesehatan gratis. Layanan tersebut menghadirkan dokter spesialis penyakit dalam, dokter spesialis jantung (SpJP), serta dokter spesialis kandungan (SpOG).
Ipuk mengatakan, layanan ini diberikan untuk mendekatkan akses kesehatan, terutama bagi warga desa yang selama ini memiliki keterbatasan waktu maupun biaya untuk memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan rujukan.
"Dengan pemeriksaan langsung dari dokter spesialis ini, masyarakat yang butuh penanganan atau rujukan bisa langsung tertangani," kata Ipuk.
Menurutnya, pemeriksaan di tingkat desa juga membantu mendeteksi lebih awal kondisi kesehatan warga sehingga penanganan dapat dilakukan lebih cepat.
Salah satu warga yang mendapat perhatian dalam kegiatan tersebut adalah Mamat, 45 tahun. Warga Purwoharjo ini mengalami kelumpuhan selama tiga tahun setelah mengalami kecelakaan kerja akibat terjatuh dari pohon.
Saat mengunjungi rumah Mamat, Ipuk meminta Direktur RSUD Genteng, Sugiyo, untuk membantu membawa Mamat ke rumah sakit agar mendapat terapi.
Ipuk juga meminta pemerintah desa ikut mendampingi proses pengobatan karena kondisi keluarga Mamat cukup terbatas. Istrinya harus bekerja, sementara anaknya masih kecil.
"Nanti di rumah sakit bapak mendapat terapi agar perlahan bisa berjalan lagi. Untuk biaya bapak tenang saja, karena sudah ditanggung negara," ujar Ipuk.
Selain pemeriksaan dokter spesialis, warga juga bisa mendapatkan konsultasi terkait kondisi kesehatan yang mereka alami. Pemerintah daerah berharap layanan jemput bola seperti ini bisa mengurangi hambatan warga desa dalam mengakses pelayanan medis.
Melalui program tersebut, pelayanan kesehatan tidak hanya dipusatkan di rumah sakit, tetapi mulai didekatkan hingga ke lingkungan desa.
Program “Bunga Desa” pada hari itu menyasar tiga desa di Kecamatan Purwoharjo, yaitu Kradenan, Purwoharjo, dan Glagahgung. Selain kesehatan, layanan yang diberikan secara langsung di bidang sosial, pendidikan, dan pemberdayaan ekonomi.
