Dana Rp 100 Milliar Siap Dikucurkan di Daerah Bencana

Baehaqi Almutoif
Baehaqi Almutoif

Sabtu, 9 Maret 2019 - 21:10

JATIMNET.COM, Surabaya - Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Jawa Timur Jumadi menyebut, ada anggaran kebencanaan tahun ini Rp 100 milliar dapat digunakan untuk penanganan di sejumlah kabupaten/kota yang terdampak. Dana tersebut dapat digunakan andai anggaran di masing-masing instansi tidak mencukupi.

"Kami anggarkan setiap tahunnya. Sekitar Rp 100 milliar. Itu siap pakai," ujar Jumadi, Sabtu 9 Maret 2019.

Besaran anggaran ini tiap tahunnya cenderung sama dan telah disesuaikan dengan potensi bencana yang terjadi di Jatim. Namun sifatnya bisa bertambah jika di pertengahan tahun terjadi perubahan cuaca yang cukup ekstrem. Pemprov tidak menutup kemungkinan menambah anggaran itu.

BACA JUGA: Lantamal V Bantu Pemulangan Pengungsi Bencana Banjir

Selama ini, disebutkan Jumadi, hampir selalu sisa. Tahun lalu misalnya, untuk penanganan bencana banjir di Pacitan masih sekitar Rp 50 miliar. "Akhirnya kami mengambil anggaran ini untuk renovasi rumah dan beberapa lain-lain di Pacitan," tuturnya.

Dana perbaikan rumah ini memang diberikan pemprov karena melihat anggaran di APBD Pacitan yang kecil. "Total BPKAD masih sisa Rp 4 milliar tahun lalu dana cadangan," ungkapnya.

Penggunaannya, lanjut Jumadi, dapat digunakan begitu ada status tanggap darurat dari BPBD Jawa Timur. Tinggal instansi yang khusus menangani bencana tersebut melaporkan ke Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa jika memang dibutuhkan dana bantuan. "Maka kami jalankan. Uang kita keluarkan," tuturnya.

BACA JUGA: Bulog Penuhi Kebutuhan Beras di Daerah Terdampak Banjir Jatim

Namun menurut Jumadi, dana cadangan itu menjadi solusi terakhir jika dinyatakan masing-masing organisasi perangkat daerah (OPD) kekurangan.

Sebenarnya di masing-masing OPD sudah ada dana untuk bencana. Seperti Dinas Sosial, BPBD dan sejumlah dinas lainnya disebutkan memiliki dana penanganan bencana sendiri-sendiri. "Kalau kurang, uang tanggap darurat kami siapkan," ungkapnya.

Bahkan, anggaran ini juga bisa disalurkan ke masing-masing pemerintah kabupaten/kota apabila pemerintah daerah tak memiliki anggaran cukup untuk penanggulangan bencana. Prosesnya cukup singkat, antara 1-2 hari sudah bisa dicairkan.

Baca Juga

loading...