Senin, 01 June 2026 11:30 UTC

Wakil Kepala BGN Bidang Komunikasi Publik dan Investigasi, Nanik S. Deyang. Foto: BGN
JATIMNET.COM, Magetan – Badan Gizi Nasional (BGN) menginstruksikan agar Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) mengakomodasi para pelaku usaha di sekitarnya terlibat dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Instruksi tersebut agar salah satu program prioritas pemerintahan Prabowo Subianto – Gibran Rakabuming Raka bisa memberikan dampak positif bagi perekonomian peternak, petani maupun pedagang. Terutama, dalam menyiapkan suplai kebutuhan pokok dari progam MBG.
Hal itu disampaikan oleh Wakil Kepala BGN Bidang Komunikasi Publik dan Investigasi, Nanik S. Deyang saat berkunjung ke Kabupaten Magetan, Senin, 1 Juni 2026.
Ia menegaskan agar SPPG membeli telur ayam langsung dari peternak lokal. Tujuannya, membantu menjaga stabilitas harga di tingkat produsesn seperti yang terjadi saat ini.
“Kami sudah meminta penggunaan telur ditingkatkan. Tetapi ternyata yang menikmati kenaikan harga justru pedagang, bukan peternaknya,” kata Nanik.
Untuk mengatasi permasalahan itu, ia mewajibkan SPPG menyerap telur ayam dari peternak lokal. Nanik menargetkan selama sepekan ke depan harus ada kenaikan harga telur di tingkat produsen.
Bila hal itu tidak terjadi, maka ia mengancam 71 SPPG di Magetan ditutup. “Harus membeli telur dari peternak Magetan,” tegasnya.
Ia berharap langkah tersebut mampu menciptakan pasar yang lebih adil bagi peternak sekaligus menjaga keberlangsungan usaha peternakan rakyat di Magetan.
Ketua Asosiasi Pinsar Petelur Nasional Kabupaten Magetan, Surohman mengatakan harga telur di tingkat peternak saat ini hanya berkisar Rp19.000-Rp21.000 per kilogram. Angka itu jauh di bawah harga acuan yang mencapai Rp22.800 per kilogram.
Menurutnya, anjloknya harga telur dipicu kondisi pasokan yang melimpah. Sementara, permintaan pasar belum mampu menyerap produksi secara optimal termasuk program MBG.
