Logo

Beragam Manfaat Umbi Uwi yang Jarang Diketahui

Reporter:

Minggu, 11 November 2018 03:11 UTC

Beragam Manfaat Umbi Uwi yang Jarang Diketahui

Uwi Ulo koleksi Kebun Raya Purwodadi. Foto: www.krpurwodadi.lipi.go.id

JATIMNET.COM, Surabaya – Uwi (Dioscorea alata) atau tanaman berumbi ternyata memiliki kandungan nutrisi yang tidak kalah dengan kentang, ubi jalar, dan talas. Namun, potensi uwi sebagai pangan alternatif ini sudah jarang ditanam dan dibudidayakan oleh warga karena kurang bernilai ekonomi.

Tim Peneliti Dioscoreaceae Kebun Raya Purwodadi menyatakan, Uwi adalah tanaman berumbi dan merupakan salah satu jenis tanaman dari marga Dioscoreaceae. Fauziah, koordinator tim penelitian Dioscoreaceae menjelaskan, potensi umbi uwi sebagai pangan alternatif memiliki kandungan nutrisi yang tidak kalah dengan kentang, ubi jalar dan talas.

“Umbi uwi memiliki kandungan gula dan lemak yang lebih rendah serta bebas gluten sehingga baik untuk dikonsumsi oleh penderita diabetes dan autisme serta mendukung program diet,” kata dia.

Kelebihan lainnya yaitu, tanaman uwi memiliki sifat tahan terhadap kekeringan sehingga sesuai ditanam di lahan marjinal yang sulit air.

Hingga kini, Kebun Raya Purwodadi (KRP) melakukan kegiatan konservasi, seleksi dan pengembangan uwi dengan tujuan untuk menyeleksi varietas lokal uwi yang memiliki sifat terpilih dari morfologi umbi dan kandungan nutrisi, serta  menghasilkan varietas harapan uwi. Kegiatan penelitian tersebut pada tahun 2017 ini telah memasuki tahun ketiga dari enam tahun kegiatan yang direncanakan.

Beberapa varietas lokal uwi yang dimiliki KRP antara lain Uwi Sego, Uwi Ketan Putih, Uwi Ketan Biru, Uwi Bangkulit, Uwi Ulo, dan lain-lain. Semua uwi yang dikoleksi oleh KRP merupakan hasil eksplorasi di sekitar Jawa Timur. Melalui kegiatan diseminasi ini, KRP mengajak para petani untuk kembali menanam dan memanfatkan uwi.

Uwi Ulo yang merupakan salah satu varietas lokal koleksi Kebun Raya Purwodadi adalah salah satu varietas lokal dari Dioscorea alata L. Tanaman ini biasa ditemukan tumbuh liar di sekitar pekarangan maupun tegalan.

Umbi dari Uwi Ulo memiliki ukuran cukup besar, berat lebih dari 5 kilogram, permukaan kulit umbi beralur agak kasar, dan bentuknya menyerupai ular sehingga masyarakat memberi nama uwi Ulo (Uwi yang memiliki bentuk seperti ular).

Umbi tumbuh pada kedalaman + 25-30 centimeter dari permukaan tanah. Bentuk umbi panjang berlekuk-lekuk. Daging umbi berwarna krem, dan oleh masyarakat biasanya umbi uwi ulo hanya dimanfaatkan sebagai papinan (camilan) ketika musim kemarau dengan cara direbus. (Sumber: http://www.krpurwodadi.lipi.go.id)