Logo

Barista Muda Unjuk Kreativitas dalam Tropical Beverage Competition 2026 di Madiun

Reporter:

Selasa, 26 May 2026 02:00 UTC

Barista Muda Unjuk Kreativitas dalam Tropical Beverage Competition 2026 di Madiun

Barista muda sedang memilih sirup untuk meracik minuman berbahan buah-buahan tropis pada ajang “Tropical Beverage Competition 2026” di poolside Aston Madiun Hotel & Conference Center Kamis pekan lalu, 21 Mei 2026. Foto: Aston Madiun

JATIMNET.COM, Madiun - Suasana area poolside Aston Madiun Hotel & Conference Center tampak berbeda pada Kamis pekan lalu, 21 Mei 2026.

Puluhan barista dari kalangan pelajar dari enam sekolah di Jawa Timur hingga profesional sibuk meracik minuman tropis dengan tampilan menarik dalam ajang “Tropical Beverage Competition 2026”.

Sebanyak 40 peserta berlomba menghadirkan racikan minuman berbahan lokal dengan cita rasa segar dan konsep penyajian modern.

Buah-buahan tropis menjadi bahan utama yang wajib diolah peserta. Namun, kreativitas menjadi pembeda utama dalam penilaian.

Setiap peserta harus mampu menciptakan resep orisinal yang tidak hanya enak dinikmati, tetapi juga memiliki tampilan estetis dan konsep yang kuat.

Barista muda meracik minuman berbahan buah-buahan tropis pada ajang “Tropical Beverage Competition 2026” di poolside Aston Madiun Hotel & Conference Center Kamis pekan lalu, 21 Mei 2026. Foto: Aston

General Manager Aston Madiun Hotel & Conference Center, Danie R. Lapod mengatakan, kompetisi tersebut digelar sebagai ruang bagi para barista muda untuk mengembangkan kemampuan mereka di bidang beverage atau minuman.

“Penyelenggaraan Tropical Beverage Competition 2026 ini merupakan komitmen berkelanjutan kami dalam memberikan wadah bagi para talenta muda untuk berinovasi meracik minuman segar khas tropis dengan standar pelayanan hotel berbintang,” ujarnya.

Dalam waktu maksimal 20 menit, peserta harus menyelesaikan racikan minuman sekaligus mempresentasikan filosofi di balik kreasi yang dibuat. Dewan juri kemudian menilai berbagai aspek, mulai dari rasa, kreativitas, teknik penyajian, hingga efisiensi penggunaan bahan.

Tak hanya soal cita rasa, jumlah bahan yang terbuang atau left over juga menjadi perhatian dalam penilaian. Hal itu dilakukan untuk mendorong peserta lebih efisien dan memperhatikan konsep keberlanjutan dalam proses peracikan.

Kompetisi tersebut sekaligus menjadi ajang munculnya tren minuman tropis baru di kalangan generasi muda.

Panitia pun berencana kembali menggelar kegiatan serupa pada tahun depan dengan cakupan peserta yang lebih luas.