Banjir Bengkulu, 12 Ribu Mengungsi, 10 Meninggal, 8 Hilang

Muhammad Taufiq
Muhammad Taufiq

Senin, 29 April 2019 - 12:23

JATIMNET.COM, Surabaya - Sekitar 13 ribu warga Bengkulu menjadi korban bencana banjir setelah wilayah mereka diguyur hujan lebat sejak Jumat 26 April 2019. Bukan cuma banjir, longsor juga terjadi di beberapa titik di wilayah tersebut.

Akibatnya, sampai saat ini tercatat sekitar 12 ribu jiwa mengungsi ke tempat lebih aman. Selain itu, sedikitnya 10 warga Bengkulu juga dikabarkan meninggal dunia, dan 8 orang lagi masih dinyatakan hilang terbawa arus banjir.

Banjir pelan-pelan mulai surut hingga hari ke tiga kemarin, Minggu 28 April 2019. Apra Julianda Poetra, relawan yang tergabung dalam Masyarakat Relawan Indonesia (MRI) Bengkulu mengatakan, warga juga ada yang bertahan di sekitar rumah dengan mendirikan tenda darurat atau berteduh di posko. 

"Pengungsian masih masif. Banjir mulai surut, tapi karena banyaknya pemukiman yang terendam, warga masih memilih untuk mengungsi," ujar Apra, Minggu 28 April 2019.

BACA JUGA: BMKG Ingatkan Waspada Gelombang Tinggi dan Badai Lorna

Apra menjelaskan, Posko Kemanusiaan dan Dapur Umum yang didirikan oleh Tim MRI-ACT Bengkulu sudah bertambah jumlahnya. "Kawan-kawan dari MRI Bengkulu telah mendirikan lima posko kemanusiaan. Posko dimaksimalkan untuk mendistribusikan makanan siap saji dan logistik kebutuhan pokok pengungsi," tambah Apra.

Posko Kemanusiaan dan Dapur Umum itu tersebar di lima titik terdampak banjir maupun longsor, yakni wilayah Tanjung Jaya RT.003, Sido Dadi RT.005, Tanjung Mas RT.001 dan RT.002, serta Merpati RT.012. “Kelima wilayah tersebut dipilih karena terkena dampak yang cukup besar,” terang Apra. 

Sementara dari Jakarta, Koordinator Tim Disaster Emergency Response ACT Kusmayadi, menyatakan timnya pun telah mengirimkan personel tambahan, terbang langsung menuju Bengkulu. 

"Dampak banjir Bengkulu cukup masif dengan belasan ribu pengungsi. Maka kami turunkan personel tambahan dari Jakarta untuk memperkuat aksi relawan di lokasi bencana," katanya.

Merangkum data dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Bengkulu, daerah paling parah terdampak banjir meliputi Kota Bengkulu, Kabupaten Bengkulu Utara, Kabupaten Bengkulu Selatan, Kabupaten Bengkulu Tengah, Kepahiang, Lebong, Kaur dan, Rejanglebong.

Hingga Minggu 28 April, bencana banjir maupun longsor di Provinsi Bengkulu telah menyebabkan 184 rumah rusak, 4 unit fasilitas sekolah rusak, serta ada 40 titik infrastruktur jalan dan jembatan di 9 kabupaten atau kota yang juga rusak.

Baca Juga

loading...