Senin, 13 April 2026 04:30 UTC

Petugas BPBD Surabaya saat mengevakuasi jenazah remaja 15 tahun yang tewas tersetrum saat main petak umpet, Minggu, 12 April 2026. Foto: Command Center 112..
JATIMNET.COM, Surabaya – Nasib nahas menimpa AM, remaja berusia 15 tahun, warga Kelurahan Kalijudan, Kecamatan Mulyorejo, Kota Surabaya.
Ia meninggal dunia karena diduga tersengat listrik saat bermain petak umpet bersama sejumlah remaja di sekitar rumahnya, Minggu malam, 12 April 2026 sekitar pukul 22.50 WIB.
"Dalam permainan tersebut, korban diduga menyentuh atau berada dekat instalasi listrik di area teras rumah hingga tersengat arus listrik," kata Kepala Bidang Darurat dan Logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Surabaya Linda Novianti, Senin, 13 April 2026.
BACA: Tersetrum saat Perbaiki Reklame, Pekerja di Ngoro Dievakuasi Pakai Mobil Tangga PJU
Peristiwa itu menghebohkan warga dan beberapa teman korban. Sebagian di antara mereka akhirnya melaporkannya ke petugas BPBD sekitar pukul 22.53 WIB. Selang tujuh menit kemudian, personel BPBD tiba di tempat kejadian perkara (TKP).
“Begitu tiba di lokasi, petugas mendapati korban berada di teras rumah dalam kondisi sudah meninggal dunia,” ujar Linda.
Petugas BPBD yang tiba di lokasi langsung melakukan pemeriksaan medis bersama Tim Gerak Cepat (TGC) Posko Terpadu Timur. Dari hasil pemeriksaan awal, korban dinyatakan meninggal dunia di lokasi kejadian.
Selanjutnya, tim Inafis dari kepolisian datang untuk melakukan proses identifikasi jenazah dan olah tempat kejadian perkara (TKP).
BACA: Diduga Tersetrum Saat Memperbaiki Atap, Seorang Pekerja Merengang Nyawa
Setelah proses identifikasi selesai, jenazah korban kemudian dievakuasi oleh petugas gabungan dari BPBD Kota Surabaya, Dinas Sosial, dan jajaran Posko Terpadu Timur.
“Setelah identifikasi selesai, jenazah korban dievakuasi menggunakan ambulans Dinas Sosial Kota Surabaya menuju kamar jenazah RSUD Dr. Soetomo dengan didampingi pihak keluarga,” jelas Linda.
Ia menjelaskan saat ini, penanganan lanjutan terkait penyebab pasti kejadian berada dalam kewenangan pihak kepolisian. "Dalam proses penyelidikan piak Inafis dari Polrestabes Surabaya sudah datang ke lokasi," jelasnya.
