Kamis, 12 October 2023 03:45 UTC

no image available
JATIMNET.COM, Mojokerto - Kemarau berkepanjangan hingga kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di tahun 2023 membuat sekolah mulai jenjang SD hingga SMP Negeri maupun Swasta di Kota Mojokerto melaksanakan Salat Istiska di masing-masing halaman sekolah, pada Kamis (12/10/2023).
Aksi salat sunah dua rakaat yang diikuti ribuan siswa secara serentak sejak pagi hari untuk meminta hujan yang dilakukan di lapangan masing-masing sekolah sudah digelar 2 kali sepanjang musim kemarau. Pertama pada bulan September lalu, dan kini di bulan Oktober.
"Ya ini yang kedua, sebelumnya sebulan lalu (September) sudah dilaksanakan. Dan tampaknya diminta bersabar sama Alloh SWT. Semoga dengan Salat Istiska kali ini hujan segera diturunkan," ujar Ketua Ketua MKKS SMPN Kota Mojokerto Mulib usai pelaksanaan Salat Istiska di halaman SMPN 2.
Salat Istiska sendiri, lanjut Mulib, dilaksanakan karena melihat fenomena kemarau berkepanjangan hingga kekeringan dan karhutla di sejumlah wilayah di Indonesia, khususnya di Mojokerto. Untuk itu Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Mojokerto menginisiasi kegiatan ini bersama MKKS dan K3S.
Seluruh warga sekolah, baik itu siswa, tenaga pendidikan dan tenaga kependidikan terlihat antusias bersama-sama melaksanakan salat istiska secara khusuk memohon turunnya hujan.
"Maka kami bersama MKKS dan K3S yang diinisiasi Dinas Pendidikan untuk salat istiska serentak, mulai dari jenjang SD maupun SMP," ucap Kepala SMPN 2 Kota Mojokerto ini.
Dudeko Alva Nayottama salah satu siswa SMPN 2 Kota Mojokerto berharap dengan pelaksanaan Salat Istiska ini hujan segera diturunkan dan cuaca tidak lagi panas ekstrem. Lantaran, dengan cuaca ekstrem ini membuat proses belajar mengajar terganggu.
Panas yang menyengat membuat siswa gerah saat menerima pembelajaran dan membuat fokus berkurang. Alhasil sejumlah sekolah menyediakan kipas angin untuk meminimalisir kegerahan para siswa di dalam kelas.
"Semoga segera diturunkan hujan, biar dingin. Sekarang cuaca panas sekali. Akhirnya pakai kipas di ruangan, supaya gak gerah," pungkasnya.
Reporter : Hasan
Editor : Febrian
