
Reporter
YosibioMinggu, 5 Januari 2020 - 16:16
Editor
Rochman Arief
AMBRUK. Rumah warga Blitar yang roboh akibat gempa bumi bermagnitudo 4,8 SR, Minggu 5 Januari 2019. Foto: Yosibio.
JATIMNET.COM, Blitar – Gempa tektonik dengan magnitudo 4,8 SR berdampak robohnya dapur rumah salah satu warga di Jalan Arjuna Kota Blitar, Minggu 5 Januari 2020.
Dapur milik Tri Yuliani warga Kelurahan Kepanjen Lor, Kecamatan Kepanjen Kidul, Kota Blitar roboh beberapa saat setelah gempa. Robohnya bangunan yang juga terdapat kamar mandinya ini diawali di bagian dinding dapur bagian barat yang retak.
“Setelah retak, beberapa saat kemudian terdengar suara gemeretak, selanjutnya roboh,” tutur Yuli kepada wartawan di lokasi kejadian.
Yuli menambahkan bahwa setelah mendengar suara gemeretak, dia meminta anggota keluarganya yang berada di dalam kamar mandi untuk keluar. Teriakan itu untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan.
BACA JUGA: Gempa 4,8 M Guncang Wilayah Malang
Retakan di dinding dapur yang terbuat dari batako itu semakin lebar. Yuli berpikir jika keluarganya masih di dalam kamar mandi bisa membahayakan nyawa.
“Begitu adik saya keluar kamar mandi, dinding langsung ambruk dan lantainya ambles. Dinding bagian samping dan belakang ambruk, diiringi atapnya,” cerita perempuan pedagang sup ayam ini.
Pantauan Jatimnet.com di lokasi, terdapat bekas septic tank yang sudah sekitar 10 tahun tidak digunakan. Bekas septic tank itu dibuat dengan dinding beton cor, melingkar mirip sumur. Bekas septic tank ini telah lama tidak difungsikan karena telah ada program sanitasi masyarakat atau sanimas dari Pemkot Blitar.
BACA JUGA: Hujan Deras Disertai Angin, Blitar Diterjang Longsor dan Pohon Tumbang
Dinding yang ambles dan ambruk, tepat di bagian sudut dapur. Dengan total panjang sekitar lima meter dengan ketinggian tiga meter. Karena ambles dan ambruknya sebagian dinding dapur, rumah Yuli terlihat menganga bagian belakangnya.
Perabotan rumah yang berada di dapur juga berantakan. Bagian dapur berukuran sekitar 4x3 meter, terdapat satu kamar mandi dan tempat cuci pakaian. Pasca kejadian ini, Yuli dan keluarganya juga tidak bisa menggunakan jamban di rumahnya.
Sebab saluran di rumahnya rusak, tertimbun ambruknya dinding. Dampaknya sejumlah tetangga juga mengalami hal yang sama akibat tertimbunnya saluran sanimas ini. Tercatat empat rumah warga yang saluran sanimasnya buntu pasca ambruknya dapur ini.
BACA JUGA: Gempa Bumi Bermagnitudo 5,1 Guncang Bali Bagian Utara
“Ada empat tetangga yang tidak bisa menggunakan sanimas karena salurannya mampet akibat dapur roboh,” jelasnya.
Lebih jauh, Yuli mengaku tetap tinggal meski dapurnya dan kamar mandi dalam kondisi rusak. Yuli untuk sementara menumpang di rumah saudara untuk masak dan mandi. Akibat kejadian ini korban mengalami kerugian sekitar Rp 15 juta rupiah.
Sementara itu, Kepala Kesbangpol BPD Kota Blitar, Hakim Sisworo membenarkan kejadian amblesnya lantai dan ambruknya dinding dapur rumah warga di Jalan Arjuna.
“Saat ini penanganan dilakukan dengan menyangga kerangka atap rumah dan dinding yang masih berdiri,” kata Hakim saat dikonfirmasi terpisah.