Logo

Peternak Sapi di Probolinggo Produksi Biogas Setara 1.000 Tabung LPG

Reporter:,Editor:

Jumat, 24 July 2026 03:00 UTC

Peternak Sapi di Probolinggo Produksi Biogas Setara 1.000 Tabung LPG

Api dari sumber energi biogas yang dikembangkan peternak sapi di Kabupaten Probolinggo memiliki kapasitas setara dengan 1.000 Tabung LPG 3 kilogram. Foto: Zulalif.

JATIMNET.COM, Probolinggo – Pemanfaatan energi baru terbarukan (EBT) berbasis biogas semakin meluas di tengah masyarakat. Salah satunya dikembangkan oleh Abdul Kholid Malaka, peternak sapi di Desa Selogudig Kulon, Kecamatan Pajarakan, Kabupaten Probolinggo.

Peternak ini telah berhasil memproduksi biogas dari hasil olahan kotoran dari 23 ekor sapi simental dan limosin miliknya. Kholid mengklaim, produksi biogas yang dihasilkan setara dengan 1.000 tabung Liquefied Petroleum Gas (LPG) kapasitas 3 kilogram.

"Biogas yang dihasilkan cukup banyak,” ujarnya saat ditemui di kandang ternaknya, Jumat, 24 Juli 2026.

Pengolahan kotoran sapi menjadi biogas itu berlangsung di instalasi berkapasitas 12 meter kubik yang dibangun dengan menggunakan dana pribadi Kholid dengan jumlah sekitar Rp17 juta.

Ia rela mengeluarkan duit sebanyak itu untuk inovasi yang bermula dari keprihatinannya terhadap warga yang sering kesulitan membeli gas LPG. Belum lagi, harga sumber energi ini kerap kali melejit.

"Saya buat biogas ini karena di sini sering sulit mencari stok gas LPG. Kalau pun ada, harganya mahal, jadi kasihan warga," ujarnya saat ditemui di lahan peternakannya, Jum'at, 24 Juli 2026.

Kini, inovasi itu telah berhasil. Namun, pemanfaatan biogas yang dihasilkan masih terbatas untuk memenuhi kebutuhan di lingkungan peternakan.

Kholid belum bisa mendistribusikan hasil produksinya kepada masyarakat karena terkendala sistem penyaluran.

‎‎Ia menjelaskan, distribusi biogas melalui jaringan pipa dinilai sulit diterapkan. Sementara, teknologi untuk memindahkan biogas ke dalam tabung gas belum dimilikinya.

‎‎"Sebenarnya saya ingin menyalurkan biogas ini secara gratis kepada masyarakat. Kendalanya, kalau menggunakan pipa cukup sulit. Saya berharap biogas ini nantinya bisa dipindahkan ke tabung gas sehingga lebih mudah disalurkan," ungkapnya.

‎‎Kholid berharap pemerintah maupun instansi terkait dapat memberikan dukungan berupa teknologi dan pendampingan. Tujuannya, agar biogas hasil peternakannya dapat dimanfaatkan lebih luas sebagai sumber energi alternatif bagi masyarakat.

‎"Sekarang masih dipakai untuk kebutuhan sendiri. Ke depan, saya berharap masyarakat juga bisa merasakan manfaatnya, karena menurut saya biogas ini aman digunakan dan jangan sampai terbuang percuma," tutupnya.

Pengolahan kotoran sapi menjadi biogas telah dijalankan Kholid jauh sebelum pemerintah menyiapkan transisi penggunaan gas LPG ke compressed natural gas (CNG). Program ini bertujuan menekan ketergantungan impor energi