Rabu, 18 October 2023 01:12 UTC

no image available
JATIMNET.COM, Malang- Pemerintah Kota (Pemkot) Malang, Jawa Timur, menggalakkan gerakan pangan murah menyusul kenaikan harga kebutuhan pokok khususnya produksi pangan beras. Gerakan Pangan ini sebagai bentuk intervensi dan mengantisipasi agar tidak terjadi gejolak kenaikan harga sembako di pasar.
Pj Wali Kota Malang Wahyu Hidayat mengatakan penyebab naiknya harga beras karena fenomena alam. Sehingga, menjadi faktor menurunnya tingkat produksi bahan pokok khususnya beras.
"Fenomena alam El Nino ini sedang mengancam dan kita tidak tahu kapan akan selesai, imbasnya tentu pada produksi bahan kebutuhan pokok khususnya produksi pangan beras," kata Wahyu, Selasa (17/10/2023).
Menurutnya, menurunnya tingkat produksi ini berimbas pada ketersediaan di pasar sehingga memunculkan spekulasi fluktuasi harga. Kondisi ini secara alami akan memunculkan fluktuasi harga karena spekulasi pasar dan inilah yang perlu kita antisipasi bersama.
"Gerakan pangan murah ini untuk menstabilkan harga dan ini bentuk intervensi yang bisa kita lakukan untuk menjaga harga sehingga tidak terjadi gejolak di pasar karena kemampuan daya beli masyarakat yang sesuai dengan harga yang ada dipasar," tandasnya.
Wahyu menambahkan harga beli di pasar murah ini mempunyai selisih yang lebih rendah dari harga pasar sehingga memungkinkan menarik minat masyarakat untuk membeli. Oleh karena itu, pihaknya mengimbau masyarakat di Kota Malang agar tidak kuatir dengan ketersediaan stok pangan, karena semuanya relatif aman.
"Saya sudah cek, selisih harga nya di kisaran Rp3 ribu sampai Rp4 ribu, dan itu angkanya lebih rendah dari harga pasar. Jadi menarik minat masyarakat sampai antriannya panjang. Tetapi saya juga berpesan kepada masyarakat untuk tidak panik karena stok bahan pokok relatif aman hanya harga nya saja yang perlu dikendalikan," pungkasnya.
