Senin, 28 November 2022 03:40 UTC

Wali Kota Mojokerto Ika Puspitasari, meletakkan karangan bungan di makam Kyai nawawi saat ziarah, Senin 28 November 2022. Foto: Diskominfo Kota Mojokerto
JATIMNET.COM, Mojokerto - Wali Kota Mojokerto, Ika Puspitasari memimpin langsung Upacara Ziarah Makam KH. Nawawi di TPU Desa Losari, Kecamatan Gedeg, Kabupaten Mojokerto, Senin 28 November 2022, pagi.
Kegiatan ini rutin digelar setiap tahunnya oleh Pemkot Mojokerto melalui Dinas Pemuda, Olahraga, dan Pariwisata (Diaporapar) dalam rangka napak tilas sosok KH. Nawawi.
Serangkaian inti upacara dimulai dengan penghormatan dan mengheningkan cipta. Kemudian berlanjut dengan peletakan karangan bunga oleh Wali Kota Mojokerto, tabur bunga, dan ditutup dengan doa.
Sebagai informasi, uacara tersebut juga diikuti oleh sejumlah jajaran Forkopimda, Sekretaris Daerah, Kepala OPD di lingkungan Pemkot Mojokerto, perwakilan berbagai organisasi kepemudaan, serta pihak ikatan keluarga Bani Nawawi (Ikabana).
Perlu diketahui, Kiai Nawawi adalah sosok ulama sekaligus pahlawan asli Mojokerto. Beliau lahir dari pasangan Munadi dan Siti Khalimah pada tahun 1886, yang tinggal di Dusun Lespadangan, Desa Terusan, Kecamatan Gedeg, Kabupaten Mojokerto. Sang ayah, yang seorang tukang kayu dikenal sangat menghormati para ulama.
Perjalanan beliau hingga menjadi sosok ulama berpengaruh terbilang panjang. Selain sudah belajar agama sejak kecil dari sang ayah, Kiai Nawawi juga nyantri ke banyak Kiai besar di Jawa Timur.
Salah satunya yaitu pendiri Nahdhatul Ulama, KH. Hasyim Asy'ari dari pondok pesantren Tebu Ireng, Jombang. Tidak heran jika kemudian beliau tumbuh menjadi sosok yang aktif dalam organisasi keagamaan tersebut. Bahkan, pada tahun 1928 Kiai Nawawi mendirikan Nahdhatul Ulama Mojokerto.
Sementara terkait perjuangan melawan penjajahan Belanda, Kiai Nawawi terpilih sebagai Komandan Laskar Sabilillah yang melakukan pergerakan di daerah Mojokerto, Damean, Sepanjang, dan Sukodono. Hingga akhirnya KH. Nawawi gugur pada 22 Agustus 1946, akibat dikeroyok oleh pasukan kolonial Belanda.
Berkat jasanya, nama Kiai Nawawi diabadikan menjadi nama salah satu jalan di Kota Mojokerto. Yakni sebuah jalan yang menghubungkan Jalan Bhayangkara dengan Jalan Residen Pamudji. Penetapan tersebut berdasarkan Keputusan DPRD Kota Mojokerto No 8/DPRD/67 tanggal 30 Maret 1967. (ADV/Inforial)
