Memanas, KPU Jatim Skors Rekapitulasi

Khoirotul Lathifiyah
Khoirotul Lathifiyah

Sabtu, 11 Mei 2019 - 00:30

JATIMNET.COM, Surabaya - Rapat pleno terbuka rekapitulasi hasil penghitungan perolehan suara tingkat Provinsi Jawa Timur pada Kabupaten Bangkalan kembali diskorsing selama satu jam lebih karena banyak saksi yang mengajukan protes.

Salah satu saksi dari Partai Gerindra sekaligus calon anggota legislatif Nizar Zahro mengungkapkan pihaknya mengaku sebanyak 58.303 suaranya hilang di form rekapitulasi tingkat kabupaten (DB1).

"Padahal kami semua sudah punya DA1 di masing-masing kecamatan," kata Nizar saat diwawancarai di sela-sela skorsing rekapitulasi tingkat provinsi, Jumat 10 Mei 2019.

Hilangnya suara ini berpengaruh pada perolehan kursi Gerindra di Dapil Jatim 11 sebanyak dua kursi yang berpotensi hilang.

Nizar mengungkapkan manipulasi ini tidak diselesaikan di tingkat kabupaten karena saksi Gerindra lalai. Sehingga pihaknya mencoba menyampaikan adanya manipulasi tersebut di tingkat provinsi.

"Tapi seharusnya tidak ada saksi pun data DA1 semuanya sama dan harus konsisten. Nah ini kenapa dalam satu Minggu datanya bisa berubah," kata dia.

Ia menjelaskan dalam forum ini apapun hasilnya Partai Gerinda ingin membuka apapun yang terjadi dan bagaimana hasilnya.

Menurutnya masyarakat harus mengerti bahwa pemilu itu bukan hanya berlangsung pada Rabu 17 April 2019 saja. Namun proses dalam KPPS, PPK, maupun KPUD adalah kegiatan pemilu.

"Jadi kami akan berjuang menghilangkan pelaku kejahatan demokrasi itu yang merampok dan membajak ketentuan undang-undang," kata Nizar yang merupakan merupakan caleg Gerindra dari Dapil XI.

Di samping itu, Nizar juga membawa beberapa berkas sebagai buktinya yang meliputi data DA1 dari setiap kecamatan.

"Lantas Mengapa kita mengumpulkan DA1 yang ada di 18 Kecamatan yang kita miliki, yang ada stempelnya PPK-nya ini kan asli semua. Apakah ini sampah? ini kan asli ini barang asli semua," kata Nizar.

Menanggapi berbagai perdebatan yang cukup alot, KPU memutuskan untuk menskorsing proses rekapitulasi. Hal ini untuk mendinginkan suasana dan berdiskusi mencari solusi.

Baca Juga

loading...