Logo

Mahasiswa Ubaya Kembangkan Smart Chess, Robot Catur Berbasis AI

Tingkat kemenangan hingga 100 persen ketika menggunakan AI dengan level grandmaster
Reporter:,Editor:

Minggu, 02 August 2026 10:57 UTC

Mahasiswa Ubaya Kembangkan Smart Chess, Robot Catur Berbasis AI

Smart Chess, robot catur berbasis AI yang dikembangkan mahasiswa Ubaya, Minggu, 2 Agustus 2026. Foto: Januar

JATIMNET.COM, Surabaya – Mahasiswa Program Studi Teknik Elektro Fakultas Teknik Universitas Surabaya (Ubaya) menghadirkan inovasi berupa Smart Chess, robot catur berbasis kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI). Teknologi ini menggabungkan lengan robot industri, kamera, dan sistem AI sebagai media bermain sekaligus latihan catur, serta menjadi bagian dari riset integrasi robotika yang berpotensi diterapkan di sektor industri.

Pengembang Smart Chess, Agung, menjelaskan bahwa proyek tersebut merupakan tugas akhir yang berfokus pada pengembangan integrasi AI dengan robot industri. Menurutnya, permainan catur dipilih sebagai media uji karena memiliki tingkat kompleksitas tinggi sehingga mampu menggambarkan kemampuan AI dalam mengendalikan robot.

"Fokus tugas akhir ini adalah mengintegrasikan kecerdasan buatan dengan robot industri. Saat ini memang diterapkan pada permainan catur sebagai media latihan dan bermain, tetapi harapannya konsep ini bisa dikembangkan untuk kebutuhan industri," katanya, Minggu, 2 Agustus 2026.

Agung menuturkan, kompleksitas permainan catur menjadi alasan utama dalam pengembangan Smart Chess. Sistem AI dituntut mampu menganalisis berbagai kemungkinan langkah sebelum menggerakkan robot secara presisi. Konsep tersebut diharapkan dapat menjadi dasar pengembangan robot industri yang mampu menjalankan tugas lebih kompleks dan efisien.

"Dengan AI, robot nantinya dapat menjalankan instruksi yang lebih kompleks sehingga pemanfaatan robot industri bisa menjadi lebih efisien," ujarnya.

Dalam operasinya, Smart Chess memanfaatkan kamera webcam untuk mengenali posisi seluruh bidak di atas papan catur. Informasi tersebut kemudian diproses oleh sistem AI yang menentukan langkah terbaik, sebelum lengan robot memindahkan bidak secara otomatis sesuai hasil perhitungan.

"Robot membaca posisi papan melalui kamera, kemudian AI menghitung langkah terbaik dan lengan robot menjalankan pergerakan bidaknya," katanya.

Tidak hanya berfungsi sebagai lawan bermain, Smart Chess juga menyediakan berbagai fitur pendukung latihan. Pengguna dapat mengulang jalannya pertandingan, menyusun ulang posisi bidak, hingga membuat beragam simulasi untuk mempelajari strategi tertentu.

"Selain digunakan untuk bermain, Smart Chess juga memiliki fitur latihan, seperti mengulang langkah, menyusun ulang posisi bidak, hingga membuat berbagai skenario latihan, misalnya mencari langkah skakmat dalam beberapa langkah atau mempelajari posisi tertentu," ujarnya.

Agung mengungkapkan, ide menciptakan Smart Chess berawal dari hobinya sebagai atlet catur. Ia menilai catur merupakan permainan yang sangat populer sekaligus memiliki tingkat kerumitan tinggi sehingga ideal untuk menguji kemampuan AI dalam mengambil keputusan saat mengendalikan robot.

"Catur menjadi pilihan karena kompleksitasnya tinggi dan dapat menunjukkan bagaimana AI mengambil keputusan dalam mengendalikan robot," katanya.

Hasil pengujian di laboratorium menunjukkan performa Smart Chess cukup impresif. Agung menyebut robot tersebut mampu mencatat tingkat kemenangan hingga 100 persen ketika menggunakan AI dengan level grandmaster.

"Pada sejumlah demonstrasi di luar laboratorium, robot masih sempat dikalahkan pemain manusia sehingga tingkat keberhasilannya berada di kisaran 97 hingga 98 persen," ujarnya.

Meski demikian, Agung mengakui pengembangan Smart Chess masih terus dilakukan. Saat ini sistem belum dilengkapi sejumlah fitur yang lazim digunakan dalam pertandingan catur profesional.

"Saat ini Smart Chess belum dilengkapi fitur pertandingan profesional seperti pendeteksian kecurangan maupun pengulangan langkah atau threefold repetition," kata Agung.

Ke depan, tim pengembang berencana memperluas kemampuan Smart Chess, tidak hanya untuk pertandingan antara manusia dan robot, tetapi juga robot melawan robot. Pengembangan AI juga akan terus dilakukan agar teknologi tersebut dapat mendukung riset robotika yang lebih luas.

"Konsep ini masih sangat terbuka untuk dikembangkan sehingga dapat mendukung riset integrasi robotika yang lebih luas," ujarnya.

Sementara itu, pecatur Tribroto mengaku merasakan pengalaman yang berbeda saat berhadapan dengan Smart Chess. Menurutnya, bermain di papan catur secara langsung melawan robot memberikan sensasi yang lebih nyata dibandingkan bermain catur melalui aplikasi digital.

"Kita tetap bermain di papan catur seperti pertandingan biasa, tetapi lawannya adalah robot yang mampu merespons langkah pemain," katanya.

Ia menilai inovasi tersebut berpotensi menjadi media pembelajaran sekaligus sarana latihan bagi para pecatur. Selain itu, Smart Chess juga dapat memperkenalkan penerapan teknologi AI dan robotika kepada masyarakat secara lebih dekat.

"Saya melihat teknologi seperti ini sangat baik sebagai media latihan sekaligus memperkenalkan penerapan AI dan robotika kepada masyarakat," ujarnya.