Mahasiswa Ubaya Ajak Milenial Tidak Golput dengan Doodle Art

Khoirotul Lathifiyah

Senin, 15 April 2019 - 14:17

JATIMNET.COM, Surabaya - Alummi Jurusan Teknik Kimia Fakultas Teknik Universitas Surabaya (Ubaya) Valencia Elvira Sihartono mengajak generasi milenial agar anti golput melalui media gambar Doodle Art.

"Beberapa teman saya dan mahasiswa Ubaya tidak mengurus kartu pindah pilih (A5) untuk mencoblos waktu pemilu," kata Valencia saat diwawancarai di Kantin Kedokteran Gedung PF Lt. 1 Ubaya, Senin 15 April 2019.

Aksi ini dilatari karena banyak teman-temannya mahasiswa dari luar Kota Surabaya yang tidak mengurus A5 karena kesibukan kuliah dan jauh dari kantor KPU Kota Surabaya.

BACA JUGA: ODGJ Dapat Prioritas Mencoblos di Tangerang

Valencia mengungkapkan media doodle art yang dipilih ini menyesuaikan kegemaran generasi muda atau generasi milenial. Karena media gambar ini dikonsep dengan berwarna dan banyak unsur kekinian.

"Dengan gambar ukuran 3x4 meter ini, saya menggambar kebutuhan sehari-hari generasi muda," katanya.

Ia menjelaskan terdapat beberapa unsur kebutuhan sehari-hari dalam doodle art yang dibuat, antara lain gambar teknologi seperti gawai, laptop, dan internet. Kemudian transportasi seperti mobil, motor, bus serta makanan sehari-hari seperti nasi, roti, ikan, dan lainnya.

BACA JUGA: Jelang Pemilu, Kelompok Milenial Serukan Anti Golput  

Keempat ikon Kota Surabaya seperti patung Surabaya, bambu runcing, balai kota, dan selanjutnya bendera merah putih menjadi latar tangan raksasa dengan jari kelingking yang bertinta.

"Jari kelingking ini menunjukkan bahwa kita sudah menggunakan hak suara kita," kata Valencia.

Dan untuk gambar-gambar kecil sebagai background ini merefleksikan masyarakat Indonesia. Menurutnya jika banyak yang beranggapan satu suara tidak memengaruhi kontestasi politik ini, maka satu suara itu akan menjadi banyak.

Semua unsur gambar ini merupakan cerminan, aktivitas dan harapan bagi kaum milenial untuk bangsa Indonesia menjadi lebih baik.

BACA JUGA: KPU Jember Catat 9.916 Warga Urus Pindah Memilih

"Meskipun suara kami dianggap kecil, namum kami tetap bagian dari bangsa Indonesia," kata gadis adal Jember ini.

Ia berharap agar banyak generasi milenial khususnya mahasiswa Ubaya datang ke TPS untuk mencoblos. Apalagi di Indonesia sudah diberikan kemudahan dan akses untuk menggunakan hak suaranya.

"Di sini banyak akses, orang Indonesia di Taiwan yang susah saja banyak yang berbondong-bondong menggunakan hak suaranya. Masak kita tidak," kata.

Valencia menyampaikan jika generasi milenial tidak memanfaatkan hak suaranya dalam pesta demokrasi akan membawa penyesalan selama lima tahun kedepan. Karena bisa jadi pemimpin yang terpilih dan tidak sesuai harapan masyarakat akan memberi kebijakan yang tidak sesuai dengan harapan generasi milenial.

Baca Juga

loading...