Logo

Hari Kartini, Petugas SPBU dan Pelajar Perempuan di Madiun Kenakan Kebaya

Reporter:

Selasa, 21 April 2026 03:30 UTC

Hari Kartini, Petugas SPBU dan Pelajar Perempuan di Madiun Kenakan Kebaya

Seorang pekeja perempuan di SPBU wilayah Kelurahan Bangunsari, Kecamatan Mejayan, Kabupaten Madiun mengenakan kebaya sambil melayani pembeli bahan bakar minyak dalam nuansa peringatan Hari Kartini, Selasa, 21 April 2026. Foto: Nd_Nugroho

JATIMNET.COM, Madiun – Nuansa peringatan Hari Kartini terlihat di sejumlah tempat pelayanan umum. Salah satunya, di SPBU 54.631.01, Kelurahan Bangunsari, Kecamatan Mejayan, Kabupaten Madiun, Selasa, 21 April 2026.

Petugas laki-laki di SPBU tersebut mengenakan beskap dan yang perempuan memakai kebaya. Meski dengan pakaian tradisional, mereka tetap lincah memberikan pelayanan kepada setiap pengendara kendaraan bermotor yang mengisi bahan bakar minyak (BBM).

Namun demikian, mereka harus sering kali menyeka keringat yang bermunculan di kening. Pemandangan ini terlihat sejak pukul 06.00 WIB atau dimulainya shift pagi hingga siang yang berakhir pada pukul 13.00 WIB.

Novita Sari, salah seorang petugas di SPBU itu menyatakan bahwa kebaya dan beskap sengaja dikenakan untuk memperingati Hari Kartini. “Semua (petugas) yang kebagian shift pagi diminta oleh manejemen untuk mengenakan pakaian tradisional ini,” ujar perempuan itu.

Selain menahan gerah, ia mengungkapkan, untuk pemakaian kebaya, ia harus berangkat dari rumah pukul 03.00 WIB. Sebab, ia dan perempuan lain yang bekerja di SPBU itu harus dirias terlebih dulu di salon yang ditunjuk pihak manejemen pom bensin.

“Kalau untuk yang laki-laki berangkat pukul 05.00, karena tidak dirias dan langsung mengenakan beskap. Lalu, berangkat ke sini (SPBU),” ungkapnya.

Selain di SPBU tersebut, pemakaian batik, beskap, baju lurik maupun kebaya juga diterapkan di sejumlah sekolah. Di SMPN 1 Mejayan, misalnya, para siswa perempuan diwajibkan mengenakan kebaya sejak Senin kemarin, 20 April 2026. Demikian halnya dengan siswa laki-laki yang mengenakan baju lurik dan batik.

Ardelia, salah seorang siswa mengungkapkan, pemakaian kebaya sebenarnya membuat geraknya kurang leluasa dan panas.

“Apalagi, setelah jam pelajaran selesai, saya masih harus mengikuti ekstra. Panas banget. Tapi, ini demi memperingati Hari Kartini yang hanya setahun sekali,” ungkap siswi kelas 8 ini.