Logo

Ditjen Dikti Keluarkan Hasil Klasterisasi Perguruan Tinggi

Reporter:,Editor:

Kamis, 20 August 2020 11:40 UTC

Ditjen Dikti Keluarkan Hasil Klasterisasi Perguruan Tinggi

REKTOR UK PETRA. Rektor UK Petra, Prof. Dr. Ir. Djwantoro Hardjito, M. Eng.

JATIMNET.COM, Surabaya - Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi (Ditjen Dikti) Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) Republik Indonesia (RI) mengeluarkan hasil klasterisasi perguruan tinggi (PT) 2020. Klasterisasi 2020 ini dilakukan terhadap 2.136 perguruan tinggi dari seluruh Indonesia, salah satunya Universtias Kristen (UK) Petra.

Rektor UK Petra, Prof. Dr. Ir. Djwantoro Hardjito, M. Eng., mengatakan, tujuan klasterisasi ini untuk mendorong perguruan tinggi agar semakin meningkatkan kualitas pelaksanaan tridharma perguruan tinggi.

Hasil dari klasterisasi tersebut, secara keseluruhan di tingkat nasional, di antara semua PTN dan PTS, UK Petra berada di urutan ke 21. Hal ini menjadikannya sebagai PTS terbaik pertama di Jawa Timur.

"Puji Tuhan, UK Petra tetap bisa mempertahankan, bahkan terus meningkatkan kualitasnya. Ini artinya kerja keras kita selama beberapa tahun terakhir ini diapresiasi oleh Ditjen Dikti Kemendikbud RI," katanya saat ditanya mengenai hasil klasterisasi, Kamis 20 Agustus 2020.

BACA JUGA: SPERO, Robot Medis Pelayan Pasien Covid-19 Karya UK Petra

Ia menjelaskan, ada empat kategori penilaian dalam klasterisasi tersebut. Pertama mengenai mutu sumber daya manusia dan mahasiswa (input), kedua pengelolaan kelembagaan perguruan tinggi (proses), ketiga capaian kinerja jangka pendek (output), dan untuk yang terakhir adalah mengenai capaian kinerja jangka panjang (outcome).

Secara harafiah, komponen ini adalah input-nya, misalnya seperti jumlah dosen berpendidikan S3, jumlah persentase dosen dengan jabatan Lektor Kepala dan Profesor hingga rasio antara jumlah mahasiswa dibandingkan jumlah dosen. Sedangkan komponen yaitu mengenai proses ini meliputi akreditasi PT, akreditasi prodi, pembelajaran daring hingga kerjasama perguruan tinggi.

"Untuk komponen hasil meliputi jumlah atau unit pelayanan yang diberikan atau jumlah mahasiswa yang telah dilayani, dan komponen outcome meliputi prosentase lulusan memperoleh pekerjaan dalam waktu 6 bulan, kinerja inovasi, jumlah sitasi per dosen, jumlah paten per dosen dan kinerja pengabdian kepada masyarakat," ia menjelaskan.

Prof. Dr. Ir. Djwantoro menyebut jika secara keseluruhan di tingkat nasional, di antara semua PTN dan PTS, UK Petra berada di urutan ke 21, namun di antara semua PTS di Indonesia, secara nasional, UK Petra menduduki posisi kedua, setelah kampus yang ada di Bandung.

BACA JUGA: UK Petra Salurkan Ribuan Masker KN95 ke RS di Aceh hingga Ambon

"Nilai yang paling tinggi berasal dari komponen proses, kemudian diikuti berturut-turut komponen input, outcome, dan output. Total nilai yang diraih mencapai 2.385," ia mengungkapkan.

Menurutnya, capaian itu didapatkan lantaran perbaikan kualitas dilakukan secara terus menerus, khususnya menyikapi berbagai perubahan cepat yang terjadi belakangan ini, termasuk di antaranya merevisi kurikulum secara besar-besaran, agar relevan dengan Revolusi Industri 4.0.

"Selain itu kami juga mengupayakan akreditasi internasional program studi yang ada dan tak lupa terus meningkatkan kualitas pembelajaran dengan memanfaatkan berbagai teknologi yang ada terkini dengan dibentuknya Excellence in Learning and Teaching Centre (ELTC)," ia menerangkan.

Lebih lanjut, Djwantoro menyatakan, di tahun 2020 ini, ada lima prodi teknik di UK Petra yang sudah berhasil memperoleh status akreditasi internasional, dan akan dilanjutkan dengan prodi-prodi lainnya.

"Dengan adanya pencapaian ini, kami tidak akan berpuas diri. Sebaliknya kami akan terus meningkatkan kinerjanya, salah satunya mengikuti akreditasi internasional untuk setiap prodi," ia memungkasi.