Logo

DinkesP2KB Mojokerto Gelar Rakor Menuju Kota Zero Stunting

Reporter:,Editor:

Senin, 27 March 2023 05:00 UTC

DinkesP2KB Mojokerto Gelar Rakor Menuju Kota Zero Stunting

Wali Kota Mojokerto Ika Puspitasari saat memberikan arahan mengenai penanganan stunting kepada peserta undangan dari DinkesP2KB yang hadir di Ruang Sabha Mandala Madya, Kantor Pemerintah Kota Mojokerto, Senin 27 Maret 2023.

JATIMNET.COM, Mojokerto -  Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DinkesP2KB) menggelar Rapat Koordinasi Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) Kota Mojokerto (Rembug Stunting) di Ruang Sabha Mandala Madya, Kantor Pemerintah Kota Mojokerto, Senin 27 Maret 2023.

Melalui forum ini Pemerintah Kota Mojokerto melakukan konfirmasi, sinkronisasi, dan sinergitas hasil analisis situasi dan penyusunan rancangan rencana kegiatan dari OPD penanggung jawab layanan terkait stunting.

Terutama penanganan stunting di tingkat kota bersama kecamatan, puskesmas, kelurahan, lembaga non pemerintah, dan masyarakat dalam upaya penurunan stunting terintegrasi di kelurahan yang menjadi prioritas penurunan stunting tahun 2024.

Baca Juga: Menuju Era 5.0, DinkesP2KB Kota Mojokerto Gelar Edukasi Remaja Sehat dan Hebat

“Dalam forum ini kita semua ingin bersama-sama memastikan rencana kegiatan intervensi percepatan penurunan stunting secara kolaboratif, karena ini merupakan tanggung jawab bersama untuk menyiapkan generasi penerus bangsa. Dan untuk mewujudakan generasi emas adalah harus bebas stunting dulu,” kata Wali Kota Mojokerto Ika Puspitasari saat membuka Rembug Stunting pagi ini.

Lebih lanjut perempuan yang kerap disapa Ning Ita tersebut menambahkan bahwa Kota Mojokerto telah ditetapkan sebagai salah satu lokasi perluasan intervensi penurunan stunting tahun 2022 sebagaimana keputusan Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional Nomor Kep. 10/M.PPN/HK/02/2021.

“Hal tersebut harus menumbuhkan semangat yang semakin besar untuk bersama-sama mengikhtiarkan menuju zero stunting dalam dua tahun terutama dengan sumber daya yang dimiliki Kota Mojokerto,” kata Ning Ita.

Ia menambahkan bahwa berbagai berbagai program untuk penanganan stunting yang terus dilakukan seperti Gempa Genting, Canting Gulo Mojo dan Dashat dan bisa disinergikan 1600 kader motivator.

Baca Juga: Jadi Masalah Nasional, Gubernur Khofifah Ingatkan Penanganan Stunting Anak di hadapan PKK Seluruh Jatim

Kemudian program 99 prameswari dan tenaga kesehatan yang di puskesmas se-Kota Mojokerto. “Banyaknya SDM yang kita miliki kalau kita gerakkan bersama-sama maka tidak akan sulit untuk mecapai sasaran penurunan stunting,” jelasnya.

Selain dilakukan sinkronisasi dan konfirmasi dalam forum ini juga dilakukan penandatangan komitmen bersama oleh Wali Kota Mojokerto dan Tim Percepatan Penurunan stunting Kota Mojokerto.

Acara ini turut dihadiri oleh Ketua DPRD Kota Mojokerto, Sekretaris Daerah Kota Mojokerto, Pasiter Kodim 0815/Mojokerto, Kasi Dokkes Polres Mojokerto Kota, Kasi Datun Kejaksaan Negeri Kota Mojokerto, Ketua TP PKK Kota Mojokerto serta team leader LGCB-ASR Kemendagri wilayah Jawa Timur. (ADV/Inforial)

Reporter: Hasan