Logo

Coran Beton Jembatan Kaca Ngalam Indonesia Retak , Warga Klaim Aman

Reporter:,Editor:

Jumat, 27 October 2023 17:20 UTC

Coran Beton Jembatan Kaca Ngalam Indonesia Retak , Warga Klaim Aman

no image available

JATIMNET.COM, Malang -  Jembatan Kaca Ngalam Indonesia atau Jembatan Kampung Warna Warni Jodipan dikabarkan mengalami keretakan. Jembatan kaca penghubung  Kampung Warna-warni  Kelurahan Jodipan dan Kampung Tridi Kelurahan Kesatrian Kecamatan Blimbing Kota Malang , Jawa Timur

Ketua RW 12 Kampung Tridi, Adnan menjelaskan, keretakan jembatan kaca Ngalam Indonesia itu sudah terlihat sejak 3 bulan lalu .

“Kalau untuk ngelupas hampir satu bulan. Tapi kami cek terus. Karena kapasitas pengunjung yang masuk di atas sekitar 60  orang lebih kalau pas lagi ramai ,” jelasnya, Sabtu ( 28/10/2023 ).

Beruntungnya jembatan kaca itu tidak sampai memburuk kondisinya. Sebab saat ini kondisi wisatawan di kampung wisata itu sepi. 

“Kadang 10 orang, 20 orang kadang-kadang tidak sampai, kan bergantian lewatnya dan tidak berjubel di situ. Dan tidak mungkin berjubel di situ kecuali pengunjung yang memang satu paket, satu bus. Tapi sekarang tenang agak sepi, jadi saat ini yang lewat di situ agak sepi,” ujarnya.

Namun dia khawatir, jika saat liburan tiba. Banyak wisatawan bakal membuat dia takut kondisi jembatan kaca yang berkapasitas maksimal 100 orang itu rusak.

“Takut seperti kejadian yang di Banyumas,” jelasnya.

Dia pun sudah melaporkan kondisi jembatan kaca Kampung Warna-Warni Jodipan ke Pemkot Malang melalui Disporapar Kota Malang.

“Tapi ini masih belum ada yang turun,” jelasnya.

Sementara Ketua RT 03 RW 12 Kelurahan Kesatrian , Achmad Soleh mengatakan bahwa yang pecah bukan merupakan kaca dari jembatan tersebut. Namun, bagian semen yang retak di mulut jembatan. Namun, Soleh menilai masih aman karena ada besi yang menjadi pondasi dari jembatan tersebut. 

"Sebenarnya bukan kacanya yang pecah, tapi cor- coran betonnya yang retak disisih Utara .InshaAllah aman, karena ada besi, cor, kaca. Itu sebelah depan e kaca (semen yang retak). Lek kaca ne tidak apa-apa,” ujar dia.

Sholeh mengungkapkan, warga sudah berkali-kali menambal retaknya semen jembatan tersebut. Perbaikan terakhir dilakukan 3 bulan lalu, namun kembali pecah. Semen yang menambal keretakan dari jembatan itu terbuka kembali. 

Namun, ke depan pihaknya akan melakukan pembongkaran. Paguyuban Kampung Warna Warni  Jodipan akan membongkar semen tersebut lalu melakukan pengecoran kembali agar tidak cepat retak.

Terkait penyebab keretakan, Soleh menilai hal itu disebabkan akibat getaran kereta api. Getaran tersebut menjalar hingga ke jembatan sehingga sambungan semen mudah retak.

“Itu kan kalau malam kereta ya, pertamina itu kan. Di sini (rumah warga) saja kerasa, jadi ya sampe jembatan (getarannya),” ujar dia.

Terkait antisipasi keamanan, Soleh menyebut warga sudah melakukan hal tersebut sejak lama. Selalu ada warga yang bertugas untuk berjaga di masing-masing ujung jembatan. Mereka bertugas sebagai pengawas kapasitas orang yang bisa melewati jembatan tersebut. 

“Kapasitas maksimal 20 hingga 25. Biasanya lebih. Tapi paling rame 5 sampai 10,” terang Soleh .

Soleh pun berharap kehadiran pemerintah di sini. Sebab warga tidak bisa tahu bagaimana mengecek kelayakan kondisi jembatan kaca tersebut.

Pemerintah, dinilainya, mempunyai alat untuk mengecek kondisi jembatan kaca penghubung dua kampung wisata di Kota Malang itu.

"Pemerintah harusnya turun tangan secara langsung bagaimana kondisi jembatan itu layak atau tidaknya itu bisa dicek. Karena pembangunan yang dulu kita juga tidak tahu konstruksinya bagaimana," pungkasnya .

Sebagai informasi , Jembatan Kaca Ngalam Indonesia atau lebih terkenal disebut Jembatan kaca Kampung Warna Warni Jodipan (KWJ).
resmi dibuka untuk para pengunjung pada tanggal 9 Oktober 2017.

Jembatan yang disebut-sebut mirip dengan jembatan kaca di Zhangjiajie, China dan merupakan destinasi wisata baru yang menguji adrenalin, itu diresmikan langsung oleh Wali Kota Malang saat itu yakni M Anton. 

Jembatan itu didesain oleh mahasiswa teknik sipil UMM, Mahatma Aji dan Khoirul di bawah binaan dosennya, Lukito Prasetya.

Jembatan itu dibangun dengan model jembatan gantung dan dalam waktu lima bulan melalui dana Corporate Social Responsibity (CSR) PT Indana yakni mulai tanggal 8 Mei 2017 hingga 7 Oktober 2017.

Jembatan kaca yang berwarna kuning emas dengan panjang 25 meter dan lebar 1,25 meter pada ketinggian 9,5 meter.
Meski namanya jembatan kaca, tidak seluruh lantai jembatan terbuat dari kaca. Dan lantai kaca hanya ada pada tengah-tengah lantai jembatan itu.