Kamis, 15 January 2026 09:29 UTC

Kepala Dinas Perhubungan Jawa Timur Nyono saat diwawancarai di sela-sela acara Jatim Retreat 2026, Kamis, 15 Januari 2026. Foto: Januar
JATIMNET.COM, Surabaya – Insiden pelemparan batu kembali menimpa armada Bus TransJatim. Kali ini, peristiwa tersebut terjadi pada Bus TransJatim Koridor 4 saat melintas di Jalan Raya Daendles, kawasan Java Integrated Industrial and Port Estate (JIIPE), Kabupaten Gresik, Kamis pagi.
Dinas Perhubungan (Dishub) Jawa Timur memastikan kejadian tersebut berlangsung pada Kamis (15/1/2026) sekitar pukul 06.16 WIB. Bus yang menjadi sasaran pelemparan bernomor polisi W 7073 UQ dan tengah melayani rute Gresik–Terminal Paciran, Kabupaten Lamongan.
Kepala Dinas Perhubungan Jawa Timur, Nyono, menegaskan bahwa insiden tersebut tidak menimbulkan korban jiwa maupun luka. Seluruh penumpang dan awak bus berada dalam kondisi aman.
“Benar, telah terjadi insiden pelemparan batu terhadap Bus TransJatim Koridor 4. Namun kami pastikan seluruh penumpang, pramudi, dan pramugara dalam kondisi aman dan tidak ada korban luka,” ujar Nyono saat dikonfirmasi di Surabaya.
Berdasarkan laporan petugas di lapangan, bus saat kejadian mengangkut 18 penumpang dan melaju dengan kecepatan sekitar 48 kilometer per jam. Insiden terjadi ketika armada hendak mendahului kendaraan truk di depannya.
“Dari arah berlawanan melintas pengendara sepeda motor roda dua yang sudah memegang batu. Ketika bus memintas, batu tersebut dilempar dan mengenai kaca bus hingga mengalami retak,” katanya.
Meski kaca bus mengalami kerusakan, situasi di dalam armada tetap terkendali. Petugas segera mengevakuasi penumpang ke armada TransJatim berikutnya agar perjalanan tidak terganggu, sementara bus yang terdampak ditarik ke garasi untuk perbaikan.
“Penumpang langsung dipindahkan ke bus berikutnya. Sementara armada yang terdampak kami tarik kembali ke garasi untuk dilakukan perbaikan kaca,” ujarnya.
Nyono menambahkan, insiden tersebut terekam kamera pengawas atau CCTV yang terpasang di dalam armada. Dari rekaman itu, identitas kendaraan yang diduga digunakan pelaku telah berhasil diidentifikasi dan dilaporkan ke pihak kepolisian.
“Identitas kendaraan sudah ada, nomor seri kendaraan juga sudah kami kantongi. Kejadian ini juga sudah kami laporkan secara resmi ke pihak kepolisian untuk ditindaklanjuti,” ucapnya.
Dishub Jawa Timur juga melakukan evaluasi internal dan memastikan pengemudi bus tidak melakukan pelanggaran lalu lintas. Ke depan, koordinasi dengan kepolisian akan diperkuat, terutama di ruas Jalan Raya Daendles yang dinilai rawan.
“Kami berharap kejadian seperti ini tidak terulang. Keselamatan penumpang adalah prioritas utama kami,” pungkasnya.
