Minggu, 05 April 2026 05:00 UTC

Petugas PT KAI Daop 7 Madiun memberikan edukasi tentang keselamatan warga saat hendak melintasi perlintasan tanpa palang pintu, Minggu, 5 April 2026. Foto: PT KAI
JATIMNET.COM, Madiun – PT Kereta Api Indonesia atau KAI (Persero) Daerah Operasi (Daop) 7 Madiun mencatat enam kecelakaan terjadi selama periode masa angkutan Lebaran 2026.
Manajer Humas PT KAI Daop 7 Madiun Tohari merinci kecelakaan yang terjadi tersebut. Pertama, orang menemper kereta di KM 166+400 – 500 di petak jalan antara Ngujang – Kras.
Kedua, orang menemper kereta di KM 184+800, petak jalan antara Ngadiluwih – Kediri. Ketiga, kendaraan menemper kereta di JPL 90 Km 103+5/6, petak jalan antara Kertosono – Baron.
Peristiwa keempat, orang menemper kereta di Km 205 +6/7, petak jalan antara Purwoasri – Papar. Kelima, kendaraan mogok di JPL 03 Km 126+4/5, petak jalan antara Saradan – Bagor.
BACA: Arus Balik Lebaran 2026 Memuncak, 381 Ribu Penumpang Padati Kereta di Jember
Keenam, kendaraan menemper kereta di JPL 115 km 147+288, petak jalan antara Caruban – Saradan. Sejumlah kejadian tersebut terjadi sejak 13 – 30 Maret 2026 atau periode masa angkutan Lebaran 2026.
“Peristiwa tersebut menjadi dasar bagi PT KAI untuk tetap siaga meski masa posko (angkutan Lebaran) telah usai,” kata Tohari, Minggu, 5 April 2026.
Oleh karena itu, PT KAI Daop 7 Madiun tetap mengintensifkan pengawasan di titik-titik rawan kecelakaan.
Apalagi, libur panjang akhir pekan atau long weekend bersamaan dengan peringatan Wafat Yesus berlangsung sejak Jumat, 3 – 5 Maret 2026.
Selama periode tersebut, frekuensi perjalanan kereta masih tinggi pascapuncak arus balik Lebaran 2026.
“Kami ingin memastikan setiap perjalanan kereta api tetap lancar dan masyarakat pengguna jalan raya tetap waspada demi keselamatan bersama," tegas Tohari.
