Jumat, 13 October 2023 12:58 UTC

no image available
JATIMNET.COM, Malang - Ketua Tim Koordinasi Relawan Pemenangan Pilpres DPP PDI Perjuangan (TKRPP) Ahmad Basarah memastikan bakal calon wakil presiden (bacawapres) yang akan mendampingi bakal calon presiden (bacapres) Ganjar Pranowo dari kalangan Nahdlatul Ulama (NU). Dia menyebut kemungkinan cawapres dari NU bisa dari kalangan birokrat maupun kiai.
Basarah menjelaskan dari pengalaman selama kontestasi pilpres, Ketua Umum Partai PDIP Megawati Soekarno Putri selalu menggandeng kiai NU. Jadi dipastikan bacawapres Ganjar dari kalangan NU.
"Kalau melihat tradisi dari ibu Mega sejak beliau menjadi wakil presiden, menjadi presiden,dan kemudian memasangkan calon wakil presidennya pak Jokowi di 2 periode semuanya dari kalangan Nahdlatul Ulama," ungkap Basarah, saat mendampingi Ganjar Pranowo silaturahmi ke Pondok Pesantren Al Al Hikam, Jalan Cengger Ayam, Kota Malang, Jum'at (13/10/2023).
Dipilihnya kalangan NU, karena Megawati Soerkarno Putri tidak bisa lepas dari NU. "Buktinya, saat Gus Dur menjadi presiden, Megawati menjadi wakilnya, saat menjadi presiden wakil presidennya pak Hamzah juga dari Nahdlatul ulama. Ibu maju di 2004 wakilnya KH Hasyim Muzadi, pengasuh pesantren mahasiswa Al Hikam, Kota Malang. Pak Jokowi di dua periode juga dari kalangan nahdliyin pak Jusuf Kalla dan Ma'ruf Amin.
Basarah mengaku, keputusan bakal Cawapres nanti akan diambil alih oleh Ketum PDIP Megawati Soekarnoputri dan partai pendukung koalisi, serta melibatkan Presiden Joko Widodo sebagai kader partai.
"Bacawapes mas Ganjar Pranowo akan diputuskan secara bersama-sama oleh ibu Megawati Soekarnoputri bersama dengan para ketua umum ketua umum partai politik pendukung mas Ganjar pranowo di samping itu tentu saja akan mengajak bicara pak Jokowi dalam kapasitas beliau sebagai kader partai demokrasi Indonesia perjuangan " terangnya.
Sementara itu, Ganjar Pranowo meminta publik bersabar menunggu pengumuman bacawapres. Termasuk soal isu cawapres dari kiai NU yang akan mendampinginya di Pilpres 2024 nanti, seperti yang dilakukan Megawati Soekarno Putri pada pilpres sebelumnya.
"Sabar, dalam waktu dekat akan Kita umumkan. Kalau Bu Mega kan dari dulu dekat dengan kiai," ujar Ganjar usai Sholat di Masjid Ponpes Al Hikam.
Dia menambahkan selain dari kalangan NU,tidak menutup kemungkinan bakal Cawapres juga berasal dari kalangan lain salah satunya adalah purnawirawan TNI. Ia menyebut bahwa waktu untuk penentuan bakal Cawapres masih cukup panjang hingga waktu pendaftaran capres dan cawapres nantinya.
"Saya kira waktu pendaftaran memang dibuka tanggal 19 Oktober besok tapi masih akan ditutup sekitar tanggal 25 November yang akan datang jadi waktunya masih cukup bagi ibu Mega dan para ketua partai politik lainnya untuk melihat lebih dahulu dinamika politik pilpres yang akan berkembang," kilah dia.
Sementara itu, Ganjar Pranowo meminta publik bersabar menunggu pengumuman bacawapres yang akan dipilihnya nanti. Bahkan terkait isu Ganjar akan digandengkan kiai, masih belum dipastikan.
"Segala kemungkinan-kemungkinan itu sangat mungkin terjadi. Kita lihat nanti bagaimana keputusan ibu Mega para ketua partai politik, Pak Jokowi dan juga Pak Ganjar. Saya kira ada beberapa nama tokoh-tokoh Nahdlatul ulama maupun tokoh-tokoh di luar Nahdlatul ulama yang sekarang sedang menjadi perenungan bagi ibu Megawati Soekarnoputri untuk menjadi cawapres," pungkasnya.
Reporter : Febrian
Editor : Febrian
