Logo

15 Rumah Warga di Pacitan Rusak Akibat Gempa M 6,4

Reporter:

Jumat, 06 February 2026 07:30 UTC

15 Rumah Warga di Pacitan Rusak Akibat Gempa M 6,4

Ilustrasi gempa

JATIMNET.COM, Pacitan – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pacitan mencatat sedikitnya 15 rumah warga rusak akibat gempa dengan magnitude 6,4 yang terjadi Jumat dini hari, 6 Februari 2026.

Jumlah hunian yang terdampak itu merupakan hasil sementara dari pendataan yang dilakukan tim reaksi cepat hingga pukul 13.50 WIB.

“Kerusakannya bervariasi, mulai dari skala ringan hingga sedang,” ujar Kepala Pelaksana BPBD Pacitan Erwin Andriatmoko dalam keterangannya.

Ia menjelasan, belasan rumah yang rusak itu berada di lima wilayah kecamatan, yakni Pacitan, Pringkuku, Kebonagung, Bandar, dan Nawangan.

BACA: Gempa di Pacitan, Seorang Warga Meninggal Saat Evakuasi Diri

Menurut Erwin, tingkat kerusakan bangunan di Pacitan karena terdampak gempa tidak masuk kategori parah. Bahkan, jumlahnya dinyatakan minim meski jaraknya lebih dekat dengan episentrum gempa.

Kondisi ini dinilai karena tekstur bumi di Pacitan mayoritas berupa bebatuan kapur yang keras. Maka, dapat meminimalisasi daya rusak gelombang gempa ke permukiman meski skala MMI (Modifield Mercalli Intensity) mencapai magnituo 6.

“Alhamdulillah, tingkat kerusakannya minim. Dampak terparah justru terjadi di Kabupaten Bantul (Provinsi Daerah istimewa Yogyakarta) dengan jumlah bangunan rusak lebih banyak. Jalan beraspal juga ada yang retak,” jelas Erwin.

Berdasarkan data dari Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) gempa dengan magnitudo 6,4 terjadi pada pukul 01:06:10 WIB. Titik pusatnya pada kedalaman 10 kilometer yang berlokasi di laut 90 kilometer tenggara Pacitan.

BACA: Gempa Magnitudo 6,4 di Pacitan Terasa sampai Sleman dan Pasuruan

Gempa bumi ini dirasakan pada intensitas (MMI) IV di Pacitan, Bantul, dan Sleman. Kemudian, intensitas MMI III dirasakan di Kulon Progo, Trenggalek, Wonogiri, Malang, Cirebon, Blitar,  Surakarta, Karanganyar, Magelang.

Selain itu, Jombang, Tulungagung,  Ponorogo, Magetan, Lumajang,  Bondowoso, Nganjuk, Wonosobo, Banjarnegara, Temanggung, dan Madiun.  Sedangkan intensitas MMI dirasakan di Denpasar, Tuban, dan Jepara.