JATIMNET.COM, Surabaya-Tim Kampanye Daerah (TKD) Jawa Timur tidak mau tergesa-gesa menyimpulkan suara di Madura. Wakil Sekretaris TKD Jawa Timur Sri Untari memilih menunggu hasil pemungutan suara ketimbang hasil survei.

"Madura ini jangan terburu menyimpulkan. Tunggu hasil akhir saja," ujar Sri Untari usai memberikan ucapan perpisahan di Gedung DPRD Jawa Timur, Senin 11 Februari 2019.

Survei The Initiative Institute Desember 2018 lalu menyebut pasangan Prabowo-Sandi unggul di sejumlah daerah di Madura, seperti Bangkalan, Sampang, dan Pamekasan, dengan angka 43 persen. Sedangkan pasangan Jokowi-Ma'ruf Amin mendapatkan angka 20,5 persen.

BACA JUGA: TKD Jatim: Jangan Pelintir Substansi Jancuk

Pun demikian dengan Surabaya Survei Center yang merilis hasil survei Januari 2019 silam, posisi perolehan suara Pilpres masih seperti 2014 silam. Belum berubah, dikuasai Prabowo-Sandi.

"Dari 01 saya yakin pada tahun 2014 berbeda dengan 2019, sehingga kalau di survei begitu itu (masih unggul Prabowo). Tapi ditunggu hasil akhir saja," bebernya.

Kepercayaan diri Untari ini dilandasi sejumlah kepala daerah di Madura dari partai koalisi Joko Widodo-Ma'ruf Amin. Sebut saja Badrut Tamam Bupati Pamekasan yang juga Sekretaris DPW PKB Jawa Timur, Bupati Sampang Slamet Junaidi dari Partai Nasdem, serta Bupati dan Wakil Bupati Sumenep Abuya Busro Karim-Ahmad Fauzi yang diusung PKB-PDI Perjuangan.

BACA JUGA: TKD Jokowi-Ma’ruf Amin Komitmen Kampanye Elegan

Belum lagi pergerakan calon legislatif (caleg). Politisi PDI Perjuangan itu mengaku telah membekali seluruh caleg partainya untuk menyosialisasikan 333 alasan kenapa harus memilih Joko Widodo-Ma'ruf Amin. Para caleg mendatangi rumah ke rumah mengenalkan pasangan nomor urut 01 tersebut.

"Kami yakin menang di Jawa Timur. Yang 25 persen belum memilih akan memutuskan pilihannya kepada Pak Jokowi (panggilan akrab Joko Widodo)," pungkasnya.