Sandiaga Tegaskan Dampingi Prabowo sampai Akhir

Baehaqi Almutoif
Baehaqi Almutoif

Rabu, 15 Mei 2019 - 20:59

JATIMNET.COM, Surabaya – Calon Wakil Presiden Sandiaga Uno menegaskan akan mendampingi pasangannya, Prabowo Subianto, hingga titik darah penghabisan. Hal itu disampaikan di sela orasi di depan pendukungnya di Kantor Badan Pemenangan Provinsi (BPP) Jawa Timur, Rabu 15 Mei 2019.

Pernyataan ini disampaikan pria yang pernah menjabat Wakil Gubernur DKI itu untuk mengawal hasil penghitungan suara yang dilakukan Komisi Pemilihan Umum (KPU).

“Saya akan terus mendampingi dan mendukung Pak Prabowo. Bersama-sama hadirin semua, bersama-sama seluruh rakyat Indonesia, saya akan berjuang sampai titik darah penghabisan,” kata Sandi.

BACA JUGA: Kampanye Lebih Banyak, Suara Prabowo-Sandiaga Kalah di Jawa Timur

Pendampingan yang dimaksud adalah menemani mantan Danjen Kopasus dalam menjaga proses demokrasi jujur dan adil. Karena, menurutnya, banyak dugaan penyimpangan yang harus diperbaiki.

Ia pun mengajak semua relawan turut mengawal proses tahapan pemilu yang sedang berlangsung sekarang. “Kami masih baik sangka, kami berharap akan ada revisi dan koreksi maupun perbaikan,” ungkap Sandiaga.

Disebutkannya, tim Badan Pemenangan Nasional (BPN) sebenarnya telah melaporkan tentang temuan kejanggalan selama penyelenggaraan. Laporan itu disampaikan ke Bawaslu, dan Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP). Sandiaga berharap segera diproses.

Dikonfirmasi ihwal ikut tidaknya people power 22 Mei 2019, pria kelahiran Pekanbaru itu memilih berbaik sangka dulu. “Kami berharap akan ada koreksi dan revisi, sehingga masyarakat bisa menerima bahwa revisi itu akan menjujung tinggi kejujuran dan keadilan,” urainya.

BACA JUGA: Sandiaga Pantau Penghitungan Suara di Wonokromo

Menurutnya gerakan people power muncul karena masyarakat yang belum bisa menerima kacurangan. Besar harapannya penyelenggara pemilu melakukan koreksi terhadap penyelenggara pemungutan suara.

Kecurangan yang dimaksud Sandiaga yaitu tentang laporan politik uang yang menurutnya telah dilaporkan ke komisi pencegahan korupsi.

“Penggunaan angaran BUMN yang dikorupsi, dan tertangkap dimasukkan ke empat ribu amplop jadi itu sudah jelas dan nyata. Ada pejabat BUMN ada juga pejabat negara yang setingkat pejabat tinggi yang terlibat,” tandasnya.

Baca Juga

loading...