Logo

Rutan Surabaya Latih Narapidana Memasak hingga Potong Rambut untuk Cegah Residivisme

Reporter:,Editor:

Selasa, 20 October 2026 10:41 UTC

Rutan Surabaya Latih Narapidana Memasak hingga Potong Rambut untuk Cegah Residivisme

Salah satu warga binaan yang telah mendapatkan pelatihan jasa potong rambut sebagai bekal setelah bebas nanti, Selasa, 20 Oktober 2026. Foto: Humas Rutan Kelas 1 Surabaya

JATIMNET.COM, Surabaya – Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas I Surabaya membekali narapidana dengan keterampilan produktif agar mereka memiliki peluang kerja dan mampu mandiri secara ekonomi setelah bebas. Program pembinaan ini mencakup tiga bidang utama, yakni kuliner, jasa, dan hortikultura.

Kepala Rutan Kelas I Surabaya, Tristiantoro Adi Wibowo, meninjau langsung pelaksanaan program tersebut di Gedung Subseksi Bimbingan Kegiatan Rutan Surabaya, Selasa, 20 Oktober 2026. Peninjauan itu bertujuan melihat pelaksanaan pelatihan yang menjadi bagian dari upaya mempersiapkan warga binaan kembali ke masyarakat.

"Ini salah satu bentuk pembinaan warga binaan untuk memiliki keahlian agar saat keluar tidak terjerumus kasus dan kembali ditahan," ungkap Adi Wibowo.

Menurut Adi, keterampilan praktis dapat menjadi bekal bagi narapidana untuk mencari pekerjaan maupun merintis usaha setelah menyelesaikan masa pidana. Dengan bekal tersebut, mereka diharapkan memiliki sumber penghasilan dan mampu membangun kehidupan yang lebih baik.

BACA: Rutan Surabaya Razia Mendadak Dua Kali Sepekan, HP Ilegal dan Narkoba Diburu 

Pembinaan kemandirian juga diarahkan untuk menekan risiko pengulangan tindak pidana atau residivisme. Rutan Surabaya berupaya membuka peluang bagi warga binaan agar dapat memenuhi kebutuhan hidup melalui kegiatan produktif setelah kembali ke lingkungan sosialnya.

 

Tiga Bidang Pelatihan Keterampilan Narapidana

Kepala Subseksi Bimbingan Kegiatan Rutan Surabaya, Imam Haidar Pratama, menjelaskan bahwa program pembinaan kemandirian mencakup bidang kuliner, keterampilan jasa, dan hortikultura.

"Program pembinaan kemandirian ini terbagi dalam tiga bidang utama, yaitu kuliner, keterampilan jasa, dan hortikultura," papar Imam.

Pada bidang kuliner, warga binaan mempelajari keterampilan mengolah makanan. Sementara itu, bidang jasa membekali mereka dengan kemampuan yang dapat dimanfaatkan untuk bekerja atau membuka usaha setelah bebas. Salah satu keterampilan yang diajarkan adalah memotong rambut.

BACA: Rutan Surabaya Perkuat Pengawasan dan Ketertiban Blok Hunian 

Adapun bidang hortikultura memberikan kesempatan kepada warga binaan untuk mempelajari kegiatan budi daya tanaman. Melalui ketiga bidang tersebut, Rutan Surabaya berupaya menyediakan pilihan pelatihan yang sesuai dengan pengembangan kemampuan produktif.

"Ketiga bidang tersebut menjadi bagian dari upaya Rutan Surabaya memberikan pilihan pembinaan yang berorientasi pada pengembangan kemampuan produktif," ungkap Imam.

 

Rutan Surabaya membekali berbagai macam keterampilan termasuk kuliner, agar mereka nanti bisa berwirausaha. Foto: Humas Rutan Kelas 1 Surabaya

 

Pelaksanaan pelatihan juga melibatkan tenaga ahli sesuai bidang keterampilan masing-masing. Keterlibatan mereka diharapkan membantu warga binaan menguasai kemampuan praktis yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari maupun dunia kerja.

Adi menegaskan bahwa pembinaan tidak sekadar mengisi kegiatan narapidana selama berada di rutan. Program tersebut juga bertujuan mempersiapkan mereka menghadapi kebutuhan dunia kerja setelah menyelesaikan masa pidana.

BACA: Siswi SMP Al Ibrah Gresik Kunjungi Rutan Surabaya, Ungkap Sisi Lain Pembinaan Warga Binaan 

"Kegiatan pembinaan tidak hanya berfokus pada pengisian waktu selama berada di rutan, tetapi juga memberikan bekal untuk menghadapi kebutuhan dunia kerja," tutur Adi.

 

Persiapan Kembali ke Masyarakat

Imam menjelaskan bahwa narapidana mengikuti pelatihan sesuai dengan bidang pembinaan yang tersedia. Melalui kegiatan tersebut, mereka diharapkan dapat mengembangkan keterampilan menjadi sumber penghasilan setelah bebas.

"Melalui proses tersebut, mereka diharapkan memiliki keterampilan yang bisa dikembangkan menjadi sumber penghasilan setelah menyelesaikan masa pidana," bebernya.

BACA: Rutan Kelas I Surabaya Jadikan Hari Kesaktian Pancasila Momentum Perkuat Pembinaan 

Selain keterampilan teknis, pembinaan kemandirian turut mendukung persiapan reintegrasi sosial, yaitu proses kembalinya narapidana untuk menjalani kehidupan di tengah masyarakat. Kesiapan beradaptasi dengan lingkungan sosial dan membangun kebiasaan produktif menjadi bagian penting dari proses tersebut.

"Selain kemampuan teknis, kesiapan untuk beradaptasi dengan lingkungan sosial dan membangun pola hidup yang lebih produktif menjadi aspek penting dalam proses tersebut," jelas Imam.

Rutan Kelas I Surabaya berupaya memastikan pembinaan memberikan manfaat bagi kehidupan warga binaan setelah bebas. Keterampilan yang mereka peroleh diharapkan membuka peluang kerja, mendukung pengembangan usaha, dan memperkuat kemandirian ekonomi.

Melalui program ini, Rutan Surabaya menempatkan pembinaan sebagai bagian dari proses pemasyarakatan yang tidak hanya menjalankan pidana, tetapi juga mempersiapkan narapidana kembali ke masyarakat. Dengan bekal keterampilan produktif, warga binaan diharapkan mampu memperbaiki kehidupan dan mengurangi risiko kembali melakukan tindak pidana.