Rabu, 14 October 2026 07:06 UTC

Sepuluh siswi SMP Islam Terpadu Al Ibrah Gresik mengunjungi Rutan Kelas 1 Surabaya, Rabu, 14 Oktober 2026. Foto: Khaesar/Jatimnet
JATIMNET.COM, Surabaya — Sebanyak 10 siswi SMP Islam Terpadu Al Ibrah Gresik mengunjungi Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas I Surabaya, Rabu, 14 Oktober 2026. Melalui kunjungan edukasi tersebut, para pelajar mempelajari sistem pemasyarakatan, termasuk pelayanan dan program pembinaan bagi warga binaan.
Kunjungan yang didampingi seorang guru itu memberikan kesempatan kepada para siswi untuk melihat langsung aktivitas di dalam rutan. Mereka tidak hanya mengenal fungsi rutan sebagai tempat penahanan, tetapi juga mengetahui berbagai layanan yang mendukung pemenuhan kebutuhan dasar, kesehatan, dan pengembangan keterampilan warga binaan.
Kepala Rutan Kelas I Surabaya Tristiantoro Adi Wibowo menyambut rombongan sekaligus menjelaskan pentingnya memperkenalkan sistem pemasyarakatan kepada masyarakat sejak dini.
BACA: Polisi Gerebek Kampung Kunti Surabaya, 19 Pria Diamankan
"Kegiatan ini merupakan sarana edukasi bagi masyarakat terkait bagaimana proses pemasyarakatan berjalan," ujar Adi Wibowo saat menerima rombongan.
Selama kunjungan, para siswi diajak meninjau sejumlah fasilitas, mulai dari dapur pengolahan makanan hingga poliklinik yang melayani kebutuhan kesehatan warga binaan. Mereka juga mendatangi ruang bimbingan kegiatan untuk mengenal program pembinaan yang berlangsung di Rutan Surabaya.
Adi Wibowo menjelaskan, fasilitas tersebut merupakan bagian dari layanan yang harus diberikan kepada warga binaan selama menjalani masa penahanan. Menurut dia, tanggung jawab rutan tidak berhenti pada penempatan dan pengawasan warga binaan.
"Rutan tidak hanya bertugas melakukan penahanan, tetapi juga memberikan perawatan kesehatan, pelayanan makanan sesuai standar, serta pembinaan keterampilan," katanya.
Di ruang bimbingan kegiatan, para pelajar mengamati aktivitas pembinaan kemandirian. Program ini bertujuan membekali warga binaan dengan keterampilan yang dapat mereka manfaatkan setelah menyelesaikan masa pidana.
Adi Wibowo menilai, pembinaan keterampilan berperan penting dalam mempersiapkan warga binaan untuk kembali menjalani kehidupan di tengah masyarakat. Bekal tersebut diharapkan membantu mereka beradaptasi setelah menyelesaikan masa pidana.
BACA: Rutan Kelas I Surabaya Jadikan Hari Kesaktian Pancasila Momentum Perkuat Pembinaan
"Pembinaan tersebut diberikan agar warga binaan memiliki kesiapan saat selesai menjalani masa pidana dan kembali ke masyarakat," ujarnya.
Kunjungan Edukasi Perluas Pemahaman tentang Pemasyarakatan
Selain mengamati fasilitas, para siswi berinteraksi dengan petugas pemasyarakatan untuk mengetahui alur pelayanan dan kegiatan sehari-hari di dalam rutan. Melalui interaksi tersebut, mereka dapat memahami peran petugas dalam memberikan layanan sekaligus mendukung proses pembinaan warga binaan.
Kunjungan ini juga memperluas pemahaman para pelajar tentang fungsi rutan. Jika sebelumnya mereka memandang rutan sebatas tempat menjalani hukuman, mereka kini dapat melihat sisi lain dari sistem pemasyarakatan, yakni pelayanan dan pembinaan untuk mempersiapkan warga binaan kembali ke lingkungan sosial.
Tristiantoro berharap kunjungan edukasi seperti ini dapat membantu masyarakat memperoleh pemahaman yang tepat mengenai sistem pemasyarakatan. Ia juga ingin masyarakat mengetahui bahwa pelayanan dan pembinaan menjadi bagian penting dalam mempersiapkan warga binaan untuk kembali berperan di tengah masyarakat.
