Kamis, 01 October 2026 06:37 UTC

Suasana upacara di Rutan Kelas 1 Surabaya dalam rangka memperingati Hari Kesaktian Pancasila, Kamis, 1 Oktober 2026. Foto: Januar
JATIMNET.COM, Surabaya – Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas I Surabaya memperingati Hari Kesaktian Pancasila dengan menggelar upacara di halaman rutan, Kamis, 1 Oktober 2026. Kegiatan tersebut menjadi momentum bagi jajaran pemasyarakatan untuk memperkuat komitmen dalam menjalankan tugas dan memberikan pelayanan kepada masyarakat.
Kepala Rutan Kelas I Surabaya Tristiantoro Adi Wibowo memimpin langsung upacara yang diikuti pejabat struktural, pegawai, regu penjagaan, serta mahasiswa yang sedang menjalani program magang.
Dalam amanatnya, Adi Wibowo menekankan pentingnya memperkuat fondasi kebangsaan sekaligus memastikan pelayanan pemasyarakatan berjalan secara adil. Ia menilai semangat tersebut perlu diterapkan dalam pekerjaan sehari-hari, bukan sekadar disampaikan dalam momentum peringatan.
BACA: Hari Pertama Dibuka, Tol Prosiwangi Segmen Gending-Paiton Dipadati Kendaraan
"Memperkuat fondasi kebangsaan dan merawat nilai-nilai luhur Pancasila merupakan kunci utama dalam menjaga keutuhan NKRI sekaligus memastikan kehadiran negara dirasakan secara adil oleh seluruh lapisan masyarakat tanpa terkecuali," kata Adi Wibowo.
Menurut dia, peringatan Hari Kesaktian Pancasila tidak hanya menjadi agenda seremonial. Kegiatan tersebut harus mendorong seluruh jajaran untuk memperkuat pemahaman mengenai tanggung jawab dalam melaksanakan tugas dan memberikan pelayanan.
Adi Wibowo mengatakan jajaran Rutan Kelas I Surabaya menerjemahkan semangat tersebut melalui pelayanan yang mengedepankan pendekatan humanis.
"Semangat kesaktian Pancasila ini kami terjemahkan langsung ke dalam komitmen pelayanan pemasyarakatan yang humanis," ujarnya.
BACA: Pemprov Jatim Kembali Bebaskan dan Ringankan Pajak Kendaraan Mulai 1 Oktober 2026
Upacara berlangsung khidmat. Para peserta mengikuti sejumlah rangkaian kegiatan, termasuk penghormatan terhadap bendera Merah Putih, pembacaan ikrar kesetiaan, serta penyampaian amanat tentang pentingnya menjaga kehidupan berbangsa dan bernegara.
Di lingkungan rutan, komitmen tersebut juga diterapkan dalam proses pembinaan warga binaan. Adi Wibowo menegaskan pembinaan tidak hanya berfokus pada penerapan aturan, tetapi juga mendorong warga binaan untuk memperbaiki diri dan mempersiapkan kehidupan setelah menyelesaikan masa pidana.
"Nilai-nilai keadilan sosial dan kemanusiaan senantiasa kami hidupkan dalam setiap proses pembinaan warga binaan agar kelak mereka siap kembali berkontribusi positif bagi masyarakat luas," katanya.
Selain pembinaan, Rutan Kelas I Surabaya terus berupaya menjaga lingkungan pemasyarakatan yang mengedepankan penghormatan terhadap martabat manusia, kedisiplinan, dan tanggung jawab.
Adi Wibowo berharap momentum tersebut dapat memperkuat integritas petugas sekaligus mendorong peningkatan kualitas pelayanan. Ia ingin semangat yang dibangun melalui peringatan Hari Kesaktian Pancasila dapat terlihat dalam pelaksanaan tugas setiap hari.
"Melalui semangat Pancasila, kami ingin memastikan pelaksanaan tugas pemasyarakatan tetap berlandaskan kemanusiaan, keadilan, dan tanggung jawab untuk memberikan manfaat bagi masyarakat," tutur Adi.
